Bupati Jombang Membuka Talkshow Rangka Gaung Sakala Bhumi Majapahit Tahun 2020
05 - Nov - 2020, 11:29
JOMBANGTIMES - Pelaksanaan Gaung Sakala Bhumi Majapahit Tahun 2020, kali ini diselenggarakan Kabupaten Jombang. Acara tahunan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab.
Acara yang bertemakan 'Majapahit dan Tata Kelola Air Belajar Dari Sejarah, Tantangan Dan Masa Depan' tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis (5/11) siang tadi. Acara dihadiri oleh Bupati Jombang Mundjidah dan Wabup Sumrambah serta Kepala Unit Pengelolaan Informasi Majapahit, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Ahmad Hariri.
Baca Juga : Bupati Baddrut Tamam Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-490 Kabupaten Pamekasan
Hadir pula pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah, Asisten II, Kepala OPD terkait di Lingkup Pemkab Jombang. Juga, Direktur Perumdam Jombang, Rektor Universitas Darul Ulum Jombang Dan Rektor Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang, Komunitas Lingkungan, Komunitas Agama, dan Komunitas Budaya serta Kepala Desa Mojokrapak bersama istri.
Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan cinderamata Sanggar Rebung kepada BPCB, Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab Jombang dan para narasumber, oleh Kades Mojokrapak Waesubi selaku Pembina. Serta dilakukan penandatanganan MOU PT Phalosari dengan Sanggar Rebung dan Lesbumi dalam program Pengembangan ekonomi kreatif Kawasan situs cagar budaya. Pemutaran video sajian dari Sanggar Rebung dan narasi transasi.
Pada sambutannya Bupati Jombang mengatakan, bahwa Kabupaten Jombang memiliki sejarah panjang yang tentunya sangat menentukan dalam perkembangan Negara Indonesia. Bukan hanya mempunyai peran besar pada saat masa perjuangan tetapi juga masa Kerajaan Majapahit dan masa penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.
Hal Ini ditunjukkan dengan banyaknya naskah sejarawan yang maupun situs-situs budaya yang ditemukan di Kabupaten Jombang. Tidak hanya itu, secara geografis posisi Kabupaten Jombang yang dibelah Sungai Brantas yang memisahkan sisi Utara, Tengah dan Selatan, mempunyai fungsi penting bagi perkembangan ekonomi sejak masa kerajaan sampai saat ini.
"Dari sejarah juga, kita semua paham bahwa air memiliki peran penting dalam mitologi Jawa. Peradaban Majapahit meninggalkan jejak peninggalan arkeologis terkait pengelolaan air, mulai dari waduk, sistem irigasi dan drainase, tanggul dan lain-lain. Banyak hal yang bisa kita pelajari dan tentunya kita sesuaikan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini. Tuntutan peningkatan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seimbang selaras dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam termasuk diantaranya air secara berkelanjutan," kata Mundjidah.
Bupati berharap kepada para narasumber yang hadir baik dari komunitas agama, budaya dan lingkungan tersebut nantinya menghasilkan rekomendasi dan saran masukan yang baik untuk masa depan Jombang. Hal itu demi mendukung tercapainya visi bersama mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing.
Baca Juga : Bupati Jombang Buka Kegiatan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Berbasis TIK
"Saya, atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, tentunya menyampaikan terima kasih kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur yang memberikan kehormatan untuk Kabupaten Jombang menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam Refleksi Peringatan Hari Jadi Majapahit Gaung Sakala Bhumi Majapahit Tahun 2020," tandasnya.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan talk show yang menghadirkan narasumber diantaranya Kepala BPCB Jombang Andi Muhammad Sa’id, Dr Amien Widodo (Dosen ITS Surabaya), Sisyantoko (Penggiat Lingkungan Wisata Mojokerto).
Talk show ini membahas tentang bagaimana pemanfaatan air yang melimpah di Kabupaten Jombang. Misalnya air yang berada di Situs Petirtaan Sumberbeji di Dusun Sumberbeji Desa Kesamben Kecamatan Ngoro. "Situs ini menggambarkan bagaimana teknik pengelolaan air yang sangat bagus dari nenek moyang kita, namun sayang saat ini meluber kemana mana. Oleh sebab itu inilah yang harus kita manfaatkan," ungkap Said.(*)
