Viral Video Bagi-Bagi Duit Ada Poster Calon Bupati Jember, Begini Kata Tim HSGF
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
A Yahya
20 - Oct - 2020, 03:48
Video seseorang dengan memegang tumpukan uang di tangannya, serta di depannya ada beberapa ibu-ibu serta poster salah satu calon Bupati di Jember, belakangan ini viral di media sosial. Baik itu di Facebook maupun grup WhatsApp.
Dalam video dengan durasi 2 menit 44 detik tersebut, terlihat seorang pria mengenakan baju putih sedang mengumpulkan ibu-ibu. Pria tersebut terang-terangan mewajibkan kepada penerima PKH (Program Keluarga Harapan) untuk mencoblos calon pilihannya.
Baca Juga : MUI Akan Usulkan Fatwa Masa Jabatan Presiden Mendatang 7-8 Tahun Satu Periode
“Ini uang pribadi, demi Allah, dari mana pak Haji? Tidak tahu.. yang jelas sampean (anda) semua harus coblos nomor dua. Kalau tanya dari mana pak RT? Jawab tidak tahu, yang jelas nanti bersama-sama bilang, terima kasih Haji Hendy, Terima Kasih Gus Firjoun,” ujar pria berbaju putih.
Usut punya usut, pria berbaju putih tersebut adalah salah satu ketua RW yang ada di Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul. Bahkan temuan video ini juga sudah dilaporkan ke Bawaslu Kecamatan Tanggul oleh salah satu warga yang bernama Delsi ke Bawaslu Kabupaten Jember.
“Iya kami sudah melaporkan ke Bawaslu, awalnya video tersebut diunggah sendiri oleh yang bersangkutan, tapi sekarang dihapus. Namun jejak digital tidak bisa dihilangkan, video sudah menyebar, termasuk Screen Shot unggahan di akunnya dia (terlapor),” ujar Delsi.
Delsi pun optimistis laporannya diterima oleh Bawaslu, dan memproses hukum oknum ketua RW tersebut, karena kuat dugaan telah melakukan pidana pemilu. “Tinggal keseriusan Bawaslu, dan saya akan memantau perkembangan laporan saya ini,” ujar Delsi.
Dwi Indah P selaku divisi Penanganan pelanggaran Bawaslu Jember, kepada wartawan membenarkan terkait laporan salah satu warga Tanggul tentang video yang di dalamnya ada APK Paslon. “Berkas laporannya sudah kami terima, tapi masih akan kami pelajar, apakah memenuhu unsur formil maupun materiil. Bila nanti masih ada kekurangan, masih bisa dilengkapi oleh pelapor, untuk di register,” ujar Indah.
Baca Juga : Begini Jawaban Ahok saat Ditanya Apa Yang Akan Dilakukan jika Jadi Presiden
Sementara Boby Rahardyan selaku biro media pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati H. Hendi Siswanti – Gus Firjaun (HSGF) saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Karena pada saat kejadian tidak ada jadwal kampanye maupun pemberitahuan kepada tim pemenangan.
“Soal video itu, Bapak (H. Hendy, red) baru tahu kemarin, dan kami maupun Bapak juga tidak tahu kalau ada kegiatan itu, sebab nama bapak tersebut tidak ada di struktur tim pemenangan kami, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun desa,” ujar Boby.
Boby mengajak, agar dalam masa pilkada seperti saat ini, semua menyikapi peristiwa dengan arif dan bijaksana. Sebab seorang pendukung, bisa saja melakukan kegiatan di luar yang diketahui oleh calon, sehingga adanya kasus seperti dalam video tersebut, tidak serta merta kesalahan ada di Pasangan Calon Bupati. (*)
