Kandang Ayam Dekat Pemukiman Disoal Warga
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
16 - Oct - 2020, 09:42
Keberadaan kandang ayam di Dusun Sumberjo Desa Glundengan Wuluhan Jember, yang berada di dekat perkampungan disoal warga. Beberapa warga merasa terganggu dengan aroma yang ditimbulkan dari kandang yang diketahui dikelola oleh tiga warga sekitar.
“Ada tiga orang yang mengelola kandang ayam di lingkungan kami, lokasinya sangat berdekatan dengan rumah warga, ada yang persis disampingnya hanya berbatasan dengan tembok saja, ada yang berjarak 10 meter dari kandang tersebut, sehingga banyak warga yang mengeluh ke kami,” ujar Samhaji ketua RT setempat Jumat (16/10/2020).
Baca Juga : Kumuh dan Berbau, Kondisi Sungai Gude Ploso Jombang Tercemar Limbah Industri
Samhaji juga mengatakan, bahwa pendirian kandang ayam potong dan ayam petelur ini tanpa izin kepada dirinya maupun warga sekitar, oleh karenanya Samhaji meminta agar pengelola kandang mau menutup kandangnya.
"Harapan warga saya, untuk kandang ini bisa ditutup mas, warga sudah sangat resah dan baunya sangat menyengat sekali," ujar Samhaji.
Sementara Heri Heriyanto Kepala Desa Glundengan, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, pendirian kandang ayam potong dan ayam petelur yang dipersoalkan warganya, selama ini memang tanpa ada izin maupun pemberitahuan kepada pemerintah desa.
Saat ini pihaknya masih menunggu itikad baik pengelola kandang tersebut, namun jika tidak ada itikad baik dari pemilik kandang, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas. “Memang keberadaan kandang ayam tersebut tiba-tiba berdiri tanpa izin maupun pemberitahuan kepada kami, oleh karenanya kami masih menunggu itikad pemilik kandang dan laporan dari warga,” ujar Heri Heriyanto.
Baca Juga : Kali Bambe Dibersihkan, Aliran Sungai Brantas pun Lancar
Dari informasi warga, kandang ayam yang berada di Dusun Sumberjo tersebut dikelola oleh tiga orang, mereka adalah Abu Siran, Hasan dan P Hen, saat media ini mendatangi kandang ayam yang dipersoalkan warga, pihak pengelola tidak ada di tempat, sehingga belum bisa dikonfirmasi. (*)
