Difabel Dilatih Berkebun Hidroponik, Upaya Dinas Ketahanan Pangan Pemkot Kediri Atasi Dampak Covid-19

13 - Oct - 2020, 05:12

Difabel Perempuan Berkebun Hidroponik, Upaya Mandiri Warga Kota Kediri Bangkit dari Pandemi. (Foto: Ist)


Pandemi Covid-19 menghantam semua sisi, terutama perekonomian. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri merespons pandemi dengan fokus pada program-program optimalisasi lahan pertanian yang ada untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

“Program secara keseluruhan kami melaksanakan program dari pusat. Implementasi di lapangan kami menyesuaikan dengan kondisi dan kreativitas daerah masing-masing,” kata Asri Andaryati, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, 12/10/2020.

Baca Juga : Diskopindag Catat 30 Persen Warga Kota Malang Berbelanja Sistem Online

Program intensifikasi ini menyasar pada Gapoktan dan kerja sama dengan asosiasi terkait. Selain kelompok tani tanaman pangan dan peternakan, Pemkot juga memerhatikan kelompok perempuan dan difabel. “Kami mengadakan pelatihan hidroponik untuk perempuan difabel. Harapannya, mereka bisa menanam sayur di lahan sendiri dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayur,” kata Asri.

Dalam pembinaan hidroponik, Dinas bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas Cabang Kota Kediri dan Komunitas Hidroponik Kediri melatih 20 peserta difabilitas perempuan pada minggu pertama Oktober 2020. Jumlah peserta ini menyesuaikan protokol kesehatan untuk tidak mengundang terlalu banyak peserta.

Selain mendapat pelatihan, peserta juga difasilitasi untuk mempraktikkan berkebun hidroponik. Target akhirnya, peserta binaan mampu menerapkan di rumah masing-masing sehingga halaman rumah, seberapapun luasnya bisa menjadi sumber pangan.

“Teori yang diajarkan sangat membantu kami dalam penanaman sayuran karena selama ini kami belajar otodidak,” kata Munawaroh, salah satu peserta yang juga Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Cabang Kota Kediri.  

Baca Juga : Gandeng UMKM dan Koperasi, Cara Petani Kota Batu Atasi Kerugian

Menurut Munawaroh, peserta bisa memahami teknik pembibitan, pindah tanam, dan pemberian nutrisi setelah ada pelatihan. Mereka berharap semoga ke depan upaya penanaman hidroponik ini lebih berkembang sehingga meningkatkan ekonomi keluarga. “Mohon ada tindak lanjut dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga kontinyu dalam pendampingannya,” harap Munawaroh.

Menanggapi permintaan tersebut, Asri segenap jajarannya akan terus mendampingi para perempuan difabel ini hingga program hidroponik bisa menghasilkan. Pendampingan bisa dilakukan melalui daring dan juga kunjungan lapang.


Topik

Ekonomi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette