Resmi Dipecat dari PDI Perjuangan, Yusuf Widyatmoko Ngaku Legawa

Reporter

Nurhadi Joyo

10 - Oct - 2020, 04:38

Paslon Mas Yusuf-Gus Riza dalam acara Doa Kebangsaan di Mapolresta Banyuwangi. (Foto: Nurhadi/BanyuwangiTimes)


Keanggotaan Yusuf Widyatmoko sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan resmi berakhir. Meski demikian, pria yang tengah maju sebagai calon Bupati Banyuwangi itu mengaku legawa atau menerima keputusan partai. 

“Keanggotaan saya di PDIP memang ditandai dengan Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun, hubungan batin saya dengan Bung Karno dan doktrin-doktrin Soekarno tidaklah ditandai dengan simbol-simbol,” jelasnya. 

Baca Juga : DPD PDIP Jatim Targetkan Pasangan SanDi di Pilkada Kabupaten Malang Raih 45 Persen Suara

Menurut politisi kelahiran Madiun itu, dirinya belum menerima surat pemecatan dari pengurus partai. Dia mengaku baru mengetahui informasi sanksi tersebut dari media sosial.

”Setelah membaca dan memahami surat PDI Perjuangan, saya memahami dan saya menerima dengan lapang dada,” jelasnya.

Ayah tiga anak tersebut menuturkan dalam proses pencalonan cabup, ternyata banyak masyarakat yang menginginkan dirinya maju menjadi Bupati Banyuwangi meskipun dari partai politik (parpol) lain. 

Maka, mulailah H Yusuf melakukan komunikasi politik dengan beberapa petinggi parpol dan respons yang diterima sangat baik. Yusuf pun berhasil mengantongi sejumlah rekomendasi.

Bergandengan dengan calon wakil bupati KH Muhammad Riza Aziziy, Yusuf berhasil mencalonkan dengan diusung Partai Demokrat, PKB, dan PKS. 

"Jadi dalam masalah rekomendasi saya tidak merasa bersalah karena menerima dan tidak melawan keputusan DPP PDI Perjuangan. Tentu saja, apabila pengurus partai menjalankan aturan yang ada, saya harus lapang dada menerimanya,” tegas Yusuf.

Seperti yang ramai di media sosial, beredar informasi Yusuf Widyatmoko Calon Bupati (Cabup) Banyuwangi resmi dipecat dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. 

Surat Keputusan (SK) Nomor 63/KPTS/DPP/X/2020 tertanggal 01 Oktober 2020, ditandatangani oleh ketua Umum  Megawati Soekarno Putri dan Sekertaris Jendral Hasto Kristiyanto. 

SK pemecatan tersebut dibawa langsung oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno dan diserahkan langsung kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, Jumat (9/10/2020) malam.

Baca Juga : Dilaporkan Tak Maksimal Layani Warga, DPRD Bakal Inspeksi Puskesmas Paspan

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno di hadapan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Banyuwangi membacakan SK pemecatan tersebut. 

"Sejak SK pemecatan ini diterbitkan, yang bersangkutan (Yusuf Widyatmoko) dilarang memakai atribut dan mengatasnamakan PDI Perjuangan dalam bentuk apapun," tegas Untari.

Menurut Untari, pemecatan Yusuf Widyatmoko merupakan tindak lanjut atas usulan DPC PDI Perjuangan Banyuwangi dan diteruskan dengan pengajuan ke DPP PDI Perjuangan pada tanggal 5 September 2020. 

"Pada tanggal 1 Oktober 2020 secara resmi Yusuf Widyatmoko dipecat dari PDI Perjuangan," ujarnya.

Karier politik Yusuf Widyatmoko di PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi pernah menjabat menjadi ketua DPC PDI Perjuangan periode 2010-2015. Dia pun diusung menjadi Wakil Bupati Banyuwangi dua periode 2010-2015, 2016-2021. 

Salah satu alasan pemecatan tersebut, Yusuf dinilai tidak mengindahkan instruksi DPP PDI Perjuangan terkait rekomendasi calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Banyuwangi.


Topik

Politik, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette