Hujan Tiba, Lumpur Air dari Perbukitan di Tulungagung Genangi Jalan Desa Besole
Reporter
Anang Basso
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
03 - Oct - 2020, 10:32
Hujan yang cukup deras di wilayah Tulungagung mengakibatkan banjir di Dusun Gambiran Desa Besole Kecamatan Besuki, Sabtu (03/10/2020). Banjir yang nyaris tiap tahun terjadi itu, dikatakan Endro, pengguna jalan yang tiap kali melewati jalan itu.
"Setiap hujan agak deras, air selalu meluap di jalan dan menggenang," kata Endro.
Baca Juga : Pro Kontra Masker SNI, Ujian Perangkat Diundur Lagi, dan Guru Ungkap Godaan Istri TKI
Pengguna jalan harus hati-hati, pasalnya air bah yang datang dari pegunungan sekitar cukup licin.
"Warna airnya seperti lumpur, memang tanah yang dari atas turun dan memenuhi jalan. Harus hati-hati, jangan sampai tergelincir," ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Suratma Kepala Desa Besole mengatakan bahwa air yang meluap di jalanan merupakan aliran dari pegunungan Wonokoyo. Setiap musim hujan datang, sebelum sungai dibersihkan akan terlihat pemandangan yang sama yaitu banjir di jalanan Gambiran.
"Ancar (sungai musiman) dari atas itu ada lima hilir, kemudian hulunya ada satu menuju ke Neyama. Jika hujan datang pertama, sampah di sungai ini belum dibersihkan dan terbawa air lalu mengakibatkan jembatan tersumbat," jelas Suratman.
Pihaknya sudah pernah melakukan upaya normalisasi dengan alat berat tiap tahun, namun kegiatan itu tak bisa dilanjutkan karena terbentur dana.
Baca Juga : Guru Ini Ungkap Perilaku Agresif Wali Murid yang Mengadukannya, Siap Tempuh Jalur Hukum
"Dulu pernah tiap tahun kita normalisasi, namun tanah yang dikeruk tidak boleh dijual untuk membeli BBM alat berat. Katanya itu bisa dikenakan pelanggaran galian C, makanya akhirnya berhenti," ungkapnya.
Meski diakui menjadi banjir langganan, kepala desa memastikan air segera hilang dalam hitungan jam-jaman.
"Seperti tadi, ternyata setelah yang tersumbat dibersihkan gotong royong warga, tidak sampai satu jam air juga surut dan kering kembali," pungkasnya.
