Status Pemain Gaspar Vega Masih Belum Jelas, Ini Penjelasan Manajemen Persik

22 - Sep - 2020, 03:09

Gaspar Vega pemain asal Argentina (foto: istimewa)


Gaspar Vega, nama pemain asing satu ini yang dimiliki oleh tim Persik Kediri masih menjadi teka-teki oleh banyak publik khususnya mereka Persikmania, julukan supporter bagi tim berjuluk Macan Putih ini.

Pasalnya, hingga detik ini status pemain asal kelahiran Argentina tersebut masih belum jelas. Apakah masih bertahan di Persik Kediri atau tidak.

Baca Juga : Arema Bahas Rekrutan Pemain Asing Setelah Manager Meeting

Gaspar Vega memang memilih untuk pulang ke negara asalnya sejak diliburkan manajemen Persik Kediri bersamaan dengan dihentikannya kompetisi Liga tanah air akibat pandemi.

Hingga saat ini manajemen Persik Kediri masih berusaha untuk kembali mendatangkan Gaspar Vega.

Seperti yang diutarakan oleh Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Bassalamah mengaku, hingga detik ini proses renegosiasi untuk mendatangkan pemain gelandang andalannya masih terus berjalan.

Menurut pengakuan Bas, sapaan akrab media officer Persik Kediri ini mengungkapkan, kepastian Gaspar Vega akan segera dirilis sebelum kick kompetisi Liga bergulir. Tetap dipertahankan atau lepas," ungkapnya.

Disinggung apa yang menjadi penyebab alotnya proses renegosiasi, Bas menyebut didasari persoalan gaji pemain.

"Intinya, Gaspar Vega kurang sepakat dengan SK yang telah diturunkan oleh PSSI tentang pemotongan gaji pemain sebesar 50 persen," jelasnya.

Baca Juga : PERSINAS ASAD Banyuwangi Ikut TOT Pelatih Online, Kana: Tingkatkan Kualitas SDM

"Ya, kita tunggu saja hasil akhirnya nanti seperti apa," imbuhnya.

Diketahui, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengizinkan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 Indonesia memotong gaji pemain dan pelatih dalam lanjutan kompetisi yang dimulai Oktober 2020. Pemotongan gaji tersebut diizinkan di tengah krisis klub yang menghadapi kerugian akibat pandemi Covid-19.

Dalam SKEP/53/VI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 27 Juni 2020, PSSI menyatakan tim-tim Liga 1 boleh menggaji pemain dan pelatihnya 50 persen dari kontrak. Sementara untuk Liga 2, 60 persen dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di tempat klub berbasis.


Topik

Olahraga, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette