Gelombang Menangkan Kotak Kosong Pilkada Kabupaten Kediri Semakin Menyeruak

23 - Aug - 2020, 06:00

Foto ilustrasi kotak kosong dalam pemilihan Pilkada.


Gelombang untuk memenangkan kotak kosong dalam Pilkada Kabupaten Kediri 2020 mendatang semakin menyeruak.

Hal ini merupakan bentuk kekecewaan warga Kabupaten Kediri atas munculnya calon tunggal dalam kontestasi pemilihan calon bupati dan wakil bupati Kediri yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga : KPU Persilakan Bapaslon Perseorangan Tempuh Langkah Hukum Terkait Sengketa Hasil Verfak

Prediksi calon tunggal inipun hampir dapat dipastikan, setelah adanya pasangan calon yang lakukan aksi borong partai dari jalur partai politik (Parpol). Sehingga, tidak memberikan kesempatan bagi calon lain untuk maju di bursa pemilihan lantaran tak memiliki rekomendasi dukungan dari partai politik.

Disisi lain, pencalonan dari jalur independen atau jalur perseorangan inipun telah dilakukan penutupan beberapa bulan kemarin. Hasilnya, tidak ada satupun pasangan calon yang berangkat dari jalur perseorangan ini.

Diketahui, calon tunggal yang dimaksudkan tersebut ialah putra dari Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Pramono Anung yakni Hanindhito Himawan Pramono. Putra sulung dari Pramono Anung tersebut akan digandengkan dengan Ketua Pengurus Fatayat NU Kabupaten Kediri Dewi Mariya Ulfa.

Jelas, bila melihat kans untuk munculnya calon tunggal dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kediri ini dinilai sangat kecil bahkan terbilang tak mungkin.

Sebab, rekomendasi dari jalur partai politik hanya menyisakan 6 kursi parlemen saja yakni dari Partai Demokrat dengan kepemilikan 3 kursi parlemen, PPP dengan 2 kursi parlemen dan PKS dengan 1 kursi parlemen.

Berdasarkan UU Pilkada, partai atau gabungan partai politik dapat mengusung calon jika memperoleh paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen perolehan sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.

Sedangkan, total kursi DPRD Kabupaten Kediri di periode 2019-2024 sebanyak 50 kursi. Jadi, dengan total jumlah ini, setidaknya untuk dapat mengusung pasangan calon, partai atau gabungan partai politik membutuhkan minimal 10 kursi.

Alhasil, dengan hanya menyisakan 6 kursi parlemen, dipastikan pasangan calon yang akrab disapa Dhito-Dewi ini akan melenggang sendirian tanpa adanya calon lain yang menjadi pesaingnya lantaran tak cukup memenuhi prasyarat dukungan dari jalur politik.

Sementara itu, gelombang untuk menangkan kotak kosong inipun diungkapkan oleh Sony Sumarsono selaku ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Garda Depan Penegak Demokrasi (Gada Paksi) juga seorang putra daerah Kabupaten Kediri.

Ia mengaku tak setuju, jika dalam pemilihan bupati dan wakil bupati nanti hanya memunculkan calon tunggal. Ia mengancam, jika calon tunggal itu terjadi, pihaknya akan mencoba membangun masa untuk memenangkan kotak kosong.

Tak tanggung-tanggung, dirinya akan mencoba bergerilya dan bersosialisasi di tingkat bawah untuk membangun kekuatan tersebut.

Baca Juga : Resmi Terima Rekomendasi dari Cak Imin, Henry-Yasin Fokus Perkuat Koalisi

"Jelas, munculnya calon tunggal merupakan kemunduran dalam berdemokrasi," ucapnya saat dihubungi melalui via telepon 

Sony pun menilai, jika sebenarnya masih ada banyak calon yang berpotensi besar untuk membangun Kabupaten Kediri menjadi lebih baik ketimbang calon tunggal ini. Namun sekali lagi, karena adanya pengondisian politik membuat calon yang berpotensi ini tak mempunyai peluang untuk maju.

"Sangat disayangkan, padahal kita tahu, pada saat penjaringan calon di tingkat partai sebelumnya cukup banyak calon-calon yang bermunculan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sony mengaku mengecam keras terhadap munculnya calon tunggal ini. Di mana, dengan munculnya calon tunggal ini bisa dikatakan jika kaderisasi di tingkat partai dianggap gagal.

Ia pun juga membeberkan, jika tak banyak pula masyarakat yang tak sependapat dengan munculnya calon tunggal ini.

"Kita akan sama-sama membentuk gerakan untuk tolak calon tunggal dan menangkan kotak kosong. Ini sebagai representasi bentuk kekecewaan kami terhadap kemunduran politik yang terjadi di Kabupaten Kediri," terangnya sembari mengeluarkan untaian kata 'hidup kotak kosong'.

Sebelumnya, arus gelombang penolakan terhadap skenario calon tunggal juga hadir dari Aliansi Partai Non Parlemen Kabupaten Kediri.

Sebanyak tujuh partai politik peserta Pemilu 2019 yang tidak mendapatkan kursi di legislatif ini menolak calon tunggal, karena dinilai mengkebiri hak pilih masyarakat. Bahkan dengan modal 49.000 suara sah, mereka bakal mendukung gerakan memenangkan bumbung kosong.


Topik

Politik, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette