Mengenal Istilah Rubuhan di Tulungagung: Mempelai Pengganti saat Mempelai Asli Lari

Reporter

Anang Basso

Editor

Dede Nana

22 - Aug - 2020, 02:43

Ilustrasi, net


Bagaimana jika undangan pernikahan telah di sebarkan, pesta telah di siapkan namun tiba-tiba salah satu pihak ternyata tidak datang. Tentu, selain akan membuat malu juga menjadi aib bagi keluarga calon mempelai.

Hal ini ternyata bukan hanya terjadi di sinetron, namun juga sering terjadi di dunia nyata. Di Tulungagung sendiri, kejadian seperti itu sering terjadi dari zaman dahulu bahkan hingga sekarang.

Baca Juga : Bupati Tulungagung Minta Layangan Bapangan Berlampu tidak Diterbangkan, Bahaya..!!

"Jadi, dalam istilah dandan itu ada yang dinamakan rubuhan. Salah satu pihak tanpa alasan apapun membatalkan pernikahan di hari yang telah di tentukan," kata Rio Saputra (45) Mak Comblang terkemuka di Tulungagung.

Jika pihak wanita yang membatalkan pernikahan, menjadi tanggung jawab dandan untuk mencarikan mempelai pengganti bagaimanapun caranya.

"Jika yang membatalkan itu wanita jarang terjadi. Namun yang sering membatalkan ini calon mempelai pria," tuturnya.

Saat hal itu terjadi, seorang dandan harus mampu segera mencari mempelai pengganti agar pihak keluarga yang telah menyelenggarakan pesta tidak malu.

"Jika ternyata tidak dapat pengganti, maka dandan yang harus menjadi pengganti. Ini yang disebut salah satu yang dikatakan rubuhan," paparnya.

Dirinya menganggap, jika itu terjadi maka pihak dandan yang kurang mampu meyakinkan kedua calon mempelai.

"Seharusnya hal begitu dapat dihindari. Makanya jika belum yakin antar kedua calon mempelai dan keluarga maka tidak usah menentukan hari pernikahan, apalagi menyebar undangan," tambahnya.

Istilah rubuhan berikutnya menurut Rio, jika ada perempuan yang hamil di luar nikah. Karena sangat malu, keluarga perempuan tadi meminta jasa dandan untuk mencari lelaki yang mau menikahi dengan syarat imbalan.

"Ini juga istilahnya rubuhan. Jadi memang harus diantisipasi dan dipikirkan sedalam-dalamnya urusan pernikahan ini. Bagi sebagian orang, rasa (cinta) yang mendasari mereka membangun rumah tangga, namun sebenarnya rasa ini bisa dibangun setelah pernikahan itu sendiri," tuturnya.

Baca Juga : Tak Hanya di Tulungagung, Ini 3 Kasus Perceraian Akibat Pasangan Terlalu Banyak Bercinta

Menurut salah satu tokoh agama Tulungagung, Rasyid Rahadian atau akrab di sapa Yik, mengakui sekalipun sudah tidak marak lagi,  tapi masih banyak yang memanfaatkan jasa dandan.

"Contoh di kalangan tertentu, ada yang ingin besanan dengan sana tapi belum ada chanel (jalan kenal). Ada lagi karena harus memiliki menantu besan dengan kriteria tertentu, maka peran dandan dibutuhkan," kata Yik.

Terkait rubuhan yang mungkin saja terjadi dan seorang mak comblang harus menjadi mempelai pengganti, menurut Yik, hal itu tidak boleh dalam pandangan agama.

"Kalau masalah rubuhan, menurut saya tidak boleh. Sebab calon pengantin tersebut masih dalam khitbah (lamaran) seseorang," terangnya.

Pemahaman Yik yang telah dipelajari, jika seseorang kalau sudah ditontoni (dipinang) bahkan sekalipun belum dilamar resmi tidak halal dipinang orang oleh orang lain.

 


Topik

Serba Serbi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette