Dihantam Pandemi Covid 19, Banyak Pelaku Usaha Banting Setir

Reporter

Arif Wijaya

Editor

A Yahya

07 - Aug - 2020, 02:53

Pemilik Nasi Padang Beralih Jual Masker di Kentungan Kaliurang (foto: yogyakarta times).


Pandemi Covid-19 sudah 4 bulan lamanya, namun khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta baru menerapkan kenormalan baru sejak awal Juli. Hal tersebut membuat tidak sedikit pedagang bercerita kisahnya harus banting setir secepat kilat.

Seperti halnya seoarang pria bernama Beni. Beni merupakan warga perantauan asal Padang yang mempunyai warung makan padang. Selama pandemi Covid 19, dia harus menutup warungnya. Dia banting setir daru jualan makanan beralih berjualan masker menggunakan mobil.

Baca Juga : Baru Launching Timses, Sanusi Tak Pedulikan Warga, Malah Asyik Dangdutan Bareng 2 Biduan

Beni sudah mulai berjualan sejak awal PSBB sampai sekarang dan tempatnya pun selalu berpindah dari di depan UNY ke sekitar kaliurang kentungan.

Harga masker yang dijual Beni bermacam-macam, mulai dari harga Rp 5 ribuan sampai dengan yang paling mahal yaitu Rp 15 ribu  dan untuk Face Shield Rp 30 ribu.

Bapak yang sudah mempunyai 2 anak itu bercerita kalau dulunya adalah seorang perantauan yang kemudian menetap di Jogokariyan. Beni mengatakan meskipun susah, tekadnya harus bulat tidak boleh putus harapan. ”Semua sudah ada yang mengatur," terang pemilik nasi padang tersebut.

Cerita lain berasal dari Imron. Penjual kaus di kawasan Malioboro ini memutuskan pindah tempat jualan dari Malioboro ke depan Gembira Loka. “Bukan karena ada yang menyuruh tutup, tutup dengan sendirinya! karena sepi pendapatan kecil uang operasionalnya besar, keluar masuk di situ bayar Rp20 ribu belum lagi bayar uang kebersihan dan lain-lainnya,” terang Imron.

Baca Juga : Aturan Ganjil Genap DKI Jakarta Bikin Anies Baswedan Terima Serangan dari Kawan

Kedua pedagang dengan berkeluh kesah mengatakan, ketika semua sulit harus tetap berusaha produktif. Ia berharap walaupun pendemi belum berakhir, pemerintah tetap memperhatikan para pedagang kecil dan memulihkan perekonomian kembali.

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette