Polemik Tuntutan Pencopotan Sekdes Ngrejo Berujung Damai
Reporter
Anang Basso
Editor
A Yahya
07 - Aug - 2020, 02:43
Sekretaris Desa Ngrejo yang sebelumnya disebutkan WW atau Wiwik Agung Suryanto mendatangi kantor desa untuk klarifikasi, Kamis (06/08/2020). Selain Wiwik, hadir perwakilan tokoh masyarakat yang juga Camat Tanggunggunung Didi Djarot, Kapolsek Iptu Sukardi dan kepala desa Sujarwo serta lembaga desa lainnya.
Camat Tanggunggunung, Didi Djarot saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kewenangan pembinaan sepenuhnya pada kepala desa. "Sekdes non PNS, itu atasannya kepala desa. Intinya perwakilan masyarakat sudah dilaksanakan mediasi," kata Djarot.
Baca Juga : Datangi Kantor Bupati, Ratusan Pekerja Seni Banyuwangi Gelar Aksi
Esensi desa, menurut Djarot seharusnya perangkat selain melaksanakan tugas dan fungsi di desa perangkat dapat menjalin komunikasi secara sosiologi antarperangkat dan pemangku kepentingan. "Pendekatannya sosiologi, kan itu yang terjadi karena ketidak senangan dengan sekretaris desa," ujarnya.
Saat itu, masyarakat meminta sekretaris desa diganti. Namun, untuk mengganti perangkat dalam Undang-Undang telah diatur mekanismenya setelah ada kekosongan. "Itu pun melalui penjaringan dan penyaringan, intinya mediasi adalah membangun sosio dan komunikasi antara perangkat desa dan masyarakat," paparnya.
Dengan klarifikasi dan mediasi itu, persoalan sekretaris desa Wiwik Agung Suryanto yang sebelumnya dianggap arogan sudah tidak ada masalah lagi.
Sementara itu, Wiwik dalam penjelasannya mengatakan bahwa selama ini terjadi salah paham di masyarakat. "Saya dituduh menebang pohon semau saya, juga saya dikatakan melarang PAUD menggunakan gedung MI, melarang Kurban dan membakar Jaring, itu tidak benar," kata Wiwik.
Dirinya sebagai sekdes tidak bisa campur tangan urusan Perhutani, jadi tidak dapat mengatur urusan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). "Saya telah diklarifikasi, itu tidak benar. Meski begitu saya menerima karena menjadi koreksi ke depan atau introspeksi," tandasnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya