Hong Kong Resmi Resesi Selama Setahun, Ini Dampaknya untuk Ekonomi RI
Reporter
Desi Kris
Editor
Nurlayla Ratri
30 - Jul - 2020, 07:08
Hong Kong kini telah resmi resesi selama setahun penuh. Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Hong Kong dikabarkan sulit untuk pulih.
Dilansir melalu CNN, ekonomi Hong Kong mengkerut 9 % di kuartal II-2020 (April-Juni). Hal ini merupakan keempat kalinya bagi Hong Kong mencatat ekonomi minus.
Lantas apa yang membuat Hong Kong seperti ini?
Baca Juga : Apartemen Studio Memang Lebih Murah, Paling Luas Hanya di The Kalindra Malang
Berawal dari maraknya demo anti kebijakan pemerintah setahun lalu, lantas diperburuk dengan adanya perang dagang AS-China.
"Laju perlambatan ekonomi Hong Kong mulai stabil berkat adanya stimulus fiskal dan tingginya permintaan di China, meskipun konsumsi dalam negeri dan investasi masih melambat," kata Ekonom Capital Economics Martin Rasmussen.
Selain itu ditambah dengan kondisi Covid-19 yang membuat Hong Kong terus berjuang. Namun apa daya, ekonomi Hong Kong tetap tidak bisa tertolong.
Lalu adakah dampak untuk ekonomi di Indonesia?
Dikatakan oleh ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara, resesi ekonomi Hong Kong akan mempengaruhi beberapa aspek ekonomi Indonesia. Dilihat dari sisi investasi, Hong Kong merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Singapura dan China.
Selain itu, Hong Kong menjadi hubungan keuangan dunia, serupa dengan Singapura. Sehingga, banyak perusahaan asing yang memiliki kantor pusat di Hong Kong.
Baca Juga : Pulihkan Ekonomi Kota Malang, Pemkot Bakal Bentuk Satgas Ini
Bhima khawatir jika resesi ekonomi mengganggu kantor pusat perusahaan keuangan tersebut, maka keputusan investasi di Indonesia bisa tertunda sampai ada tanda-tanda pemulihan ekonomi.
"Imbasnya pada serapan tenaga kerja dari investasi asing atau penanaman modal asing pasti menurun di tahun 2020," ujar Bhima.
Sementara dilihat dari sisi perdagangan Hong Kong juga memiliki peran strategis sebagai hub produk ekspor Indonesia sebelum masuk China. Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang Indonesia...