Solusi Pembelajaran PAI Daring, Ini Kiat dari PPPAI
Reporter
Arif Wijaya
Editor
Dede Nana
16 - Jul - 2020, 04:28
Wabah Covid-19 memaksa pembelajaran dilakukan secara daring, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pada semester ini, tentu mayoritas masih meraba-raba dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Oleh karenanya Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PPPAI) berupaya menemukan solusi terbaik bagi masa depan pembelajaran PAI secara daring.
Baca Juga : Delapan Perpustakaan Sekolah di Kota Batu Kejar Akreditasi Tingkat Nasional
Hal tersebut diungkap oleh Ketua Umum PPPAI Dr. H. Abdul Majid saat memberikan sambutan dalam Webinar Pembelajaran PAI secara aktif di Perguruan Tinggi dan sekolah.
Webinar yang dilaksanakan pada 15 Juli tersebut diikuti lebih dari 500 orang melalui Zoom dan Youtube. Peserta terdiri dari guru, dosen, praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, bahwa pembelajaran PAI itu harus berdasarkan keikhlasan dan cinta. Karena sebagaimana pendapat para ahli bahwa strategi pembelajaran lebih penting dari pada materi, guru lebih penting dari pada metode, dan ruhnya guru lebih penting dari pada guru. Hal ini menunjukkan bahwa keikhlasan/ketulusan dan cinta dalam pembelajaran PAI sangat penting.
Keikhlasan dan cinta sebagai landasan pembelajaran PAI perlu didampingi dengan strategi yang meyenangkan dalam pembelajaran. Berkaitan dengan hal ini, guru dan dosen PAI harus memperlihatkan pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam Webinar tersebut hadir narasumber Tanenji dari UIN Syarif Hidayatullah. Tanenji mencontohkan, bagaimana pembelajaran daring dengan berbicara sambil tersenyum, dan mengajak siswa memberikan refleksi dalam belajar.
Tanenji juga menambahkan, bahwa di video perlu adanya locking, yaitu memberikan arahan memahami kembali video pembelajaran kita sudah sering melihatnya. Dengan seperti itu akan terjadi refleksi pembelajaran.
Salah seorang peserta Webinar, Lukman dari Prodi PAI Universitas Islam Indonesia, mengungkapkan bahwa acara seperti ini sangat penting.
Baca Juga : Masuk Zona Kuning, Kota Blitar Belum Terapkan Belajar Mengajar Tatap Muka
“Dengan acara seperti ini setiap guru dan dosen PAI bisa mendapatkan inspirasi mengembangkan teknik pembelajaran daring yang mereka lakukan,” ucapnya.
Kaprodi PAI UII, Misan Habibi juga mengatakan, perlu adanya peningkatan dalam pembelajaran yang responsif.
“Yang nampaknya perlu ditingkatkan adalah pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan media dan sumber belajar. Dan di saat yang sama juga harus diiringi dengan kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran (unsur bathiniyah) seorang pendidik,” ucapnya.
