Wacana "Perjodohan" Whisnu-Gus Hans Mengemuka, Kans "Orang" Risma Melemah
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Nurlayla Ratri
10 - Jul - 2020, 07:48
Munculnya foto di sejumlah WhatsApp Group (WAG) pasangan Whisnu Sakti (WS) dengan Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans mematik reaksi sejumlah kalangan.
Maklum, Whisnu Sakti yang digadang-gadang maju Wali Kota Surabaya merupakan sosok penting calon pengganti Wali Kota Tri Rismaharini, selain nama Eri Cahyadi.
Baca Juga : PKB Dikabarkan akan Usung Ali Murtadlo Dampingi Umar di Pilkada 2020
Dalam gambar yang tersebar di WAG, Whisnu memakai baju putih sementara Gus Hans memakai baju koko ungu, berlatar tulisan Surabaya Rumah Nasionalis yang Religius. Tampak adanya upaya “perjodohan” keduanya untuk maju bersama.
Spekulasi bermunculan, salah satunya soal wacana Gus Hans menjadi wakil dari bakal calon wali kota (bacawali) dari PDIP. Padahal, nama Gus Hans sudah diusulkan Golkar Surabaya untuk jadi pendamping Machfud Arifin di Pilkada Surabaya.
Disampaikan pakar politik Universitas Wijaya Putra Dwi Prasetyo, pertarungan menuju kursi balaikota semakin seru. Mendekati pendaftaran ke KPU, nama Whisnu Sakti menjadi rebutan sejumlah pihak untuk digandeng menuju kursi balaikota.
"Sekarang muncul foto Mas Whisnu dan Gus Hans, ini bisa dipahami garis nasionalis masih diperhitungkan untuk kepentingan Pilwali Surabaya," terang Dwi Prasetyo.
Selain itu, alumnus doktoral Universitas Airlangga (Unair) ini menyampaikan, menguatnya Whisnu Sakti menunjukkan basis dukungan masa akar rumput PDI Perjuangan Kota Surabaya masih kuat. Sementara kans Wali Kota Tri Rismaharini yang dikabarkan mendukung Eri Cahyadi terus melemah.
"Keduanya mempunyai basis pendukung yang sama. Ternyata nama Whisnu Sakti lebih masif di masyarakat, dari pada Eri Cahyadi," terang Dwi Prasetyo.
Pakar politik muda ini, tidak menampik dukungan Whisnu Sakti bakal maksimal di pilwali nanti. Meski begitu, Whisnu harus mengantongi rekom PDIP, dan mendapat pasangan calon wakil wali kota yang mampu mendukung suaranya di massa pendukung.
"Basis merah (PDIP) harus berkoalisi dengan parpol lain. Jika dukungan suaranya maksimal," sebutnya.
Munculnya gambar Whisnu Sakti dan Gus Hans sebenarnya penuh risiko. Sebab, Partai Golkar sudah mengikuti koalisi besar mendukung Calon Wali Kota Machfud Arifin.
Selain itu, Dwi Prasetyo memprediksi bahwa Partai Golkar tidak mempunyai alasan kuat mencabut dukungan dari Machfud Arifin. Sebab Partai Golkar sudah masuk dalam koalisi besar pendukung Machfud Arifin.
Secara etika politik, ia menyebutkan sebagai kader parpol, tidak baik bila berbeda dengan kebijakan politik induk parpolnya. Sebagai pengurus Golkar, tidak baik bagi Gus Hans bila berbeda politik dengan parpolnya.
Baca Juga : Peluang PDIP Besar jika Usung Duet Nasionalis-Santri di Pilwali Surabaya
Sebab Partai Golkar sudah mendukung Machfud Arifin bersama 7 parpol lainnya. Seperti PAN, PKB, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PPP, dan PKS.
"Tanpa Golkar, Gus Hans tidak akan mendapat tiket maju Pilwali bersama Whisnu Sakti," tegas dia.
Ia menerangkan, sampai saat ini figur yang sudah benar-benar siap maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya adalah Machfud Arifin. Mantan Kapolda Jatim ini juga mendapatkan dukungan dari 8 partai politik.
"Saya melihat di berbagai pemberitaan, Pak Machfud Arifin terus menyapa warga, terus konsolidasi dengan tim pemenangannya. Juga peduli memberikan bantuan bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19 maupun memberikan bantuan bagi rumah sakit dan tenaga medis," katanya.
"Upaya turun ke bawah Pak Machfud Arifin ini juga bisa berdampak mendongkrak popularitasnya. Warga yang sebelumnya tidak mengenal siapa calon wali kotanya, akhirnya bisa mengenalnya. Kalau tidak ada calon lain yang mengimbanginya, popularitas Machfud Arifin akan semakin meroket," terangnya.
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Sarmudji menyatakan bahwa rekomendasi parpol bergambar pohon beringin lebat tidak akan bisa pindah ke lain hati. Politisi gaek Partai Golkar ini, menegaskan rekomendasi sudah dijatuhkan pada Machfud Arifin.
"Partai Golkar sudah mengeluarkan surat penetapan sementara ke Pak Machfud Arifin," tegas Sarmudji.
Terkait beredarnya foto Pasangan Wisnu Sakti-Gus Hans yang beredar di sejumlah WAG, orang pertama di Partai Golkar ini mengaku tidak mengetahuinya. "Kita tidak tahu menahu beredarnya foto tersebut," terang Sarmudji.
Dirinya menegaskan, tidak ada perubahan rekomendasi ke calon lainnya. "Ya kita ke Pak MA (Machfud Arifin)," imbuhnya.
