Pandemi Corona, Volume Sampah di Ngawi Justru Turun
Reporter
Heri Sumaryanto
Editor
Yunan Helmy
07 - Jul - 2020, 08:11
Pandemi covid-19 yang melanda justru berimbas baik pada volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Volume sampah di Ngawi kini mengalami penurunan hingga 10 ton per hari. Saat ini volume sampah yang diambil dari tempat penampungan sampah di Kota Ngawi sebesar 25 hingga 30 ton per hari. Padahal, sebelum pandemi corona, sampah yang dihasilkan normalnya mencapai 40 ton per hari.
Baca Juga : Anggap Sanksi Tak Bertaji, Pengelolaan Sampah di Kota Malang Kembali Disorot
"selama wabah corona, volume sampah yang dihasilkan justru turun" kata Sutikno, mandor TPA Selopuro, saat ditemui Ngawitimes.com, Selasa siang (7/7/2020).
lebih lanjut dirinya menyampaikan, mayoritas sampah yang terkumpul di TPA Selopuro adalah sampah rumah tangga. Mencapai lebih 60 persen dari volume sampah yang ada. Sedangkan sisanya kebanyakan sampah plastik dan lainnya.
Sutikno menambahkan, sampah organik yang dihasilkan kini telah diolah menjadi pupuk kompos atau organik. "Sampah organik yang ada kini telah diolah jadi pupuk kompos. Tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan dapat diambil gratis" ungkapnya.
Sementara, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi Dwi Rahayu,mengatakan, selain sampah organik, kini Ngawi juga sudah mulai menghasilkanlimbah barang berbahaya dan beracun (B3).
Baca Juga : DLH Berharap Ada Rumah Daur Ulang Percontohan Dekat Kantor
"Limbah B3 yang dihasilkan dikirim ke tempat pengolahan B3 di Surabaya. Soalnya, di Ngawi belum ada pengolahan sampahnya" jelasnya.
