Alun-Alun Jombang Dipenuhi Goweser Tak Bermasker, Satpol PP di Mana?

Reporter

Adi Rosul

Editor

Yunan Helmy

05 - Jul - 2020, 08:11

Suasana Alun-Alun Jombang di pagi hari. Terlihat sejumlah orang tidak memakai masker. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Ratusan goweser terlihat ramai memadati Alun-Alun Kabupaten Jombang pada Minggu (5/7) pagi tadi. Sayangnya, masih banyak goweser yang terlihat tidak menggunakan masker dan disiplin menjaga jarak aman sesuai protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini.

Ramainya Alun-Alun Jombang oleh para goweser ini sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Para pesepeda yang memadati alun-alun itu mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak. Rata-rata goweser yang datang tidak sendirian, melainkan berkelompok lebih dari dua orang.

Baca Juga : Wisatawan Berjubel di Alun-Alun Kota Batu, Pengawasan Protokol Kesehatan Ketat

Kebanyakan mereka memadati titik tengah alun-alun untuk beristirahat. Saat beristirahat itu lah, mereka terlihat tidak menjaga jarak aman satu sama lain. Bahkan, banyak yang terlihat tidak menggunakan masker.

Alasan goweser tidak bermasker itu pun bervariasi. Salah satunya goweser asal Kecamatan Diwek Rendy (24). Ia tidak memakai masker karena alasan sulit bernapas saat bersepeda. Karena itu, ia bersama temannya memilih tidak memakai masker dari rumah.

"Kalau olahraga pakai masker itu menurut saya tidak enak, bisa bikin sesak napas. Kalau masalah covid-19, dibilang takut ya takut. Tapi namanya olahraga, kalau pakai masker, ya tetap ndak enak," ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Ramainya suasana alun-alun yang dipadati para pesepeda itu tidak menjadi kekhawatiran bagi Rendy. Ia bersama tiga temannya itu bahkan tidak menghindari kerumunan yang ada di Alun-Alun Jombang.

"Kalau menghindari kerumunan tidak terpikirkan. Cuma tujuan kami kan dari rumah ke alun-alun terus balik. Maunya kayak gitu. Cuma di sana banyak orang olahraga. Ya jadi ikut-ikutan olahraga," kata Randy.

Senada dengan Rendy, warga Kecamatan Jombang, Ajeng (27), juga beralasan tidak nyaman bila mengenakan masker saat berolahraga. Namun, ia sudah menyiapkan masker untuk berjaga-jaga bila ada razia masker di Alun-Alun Jombang.

"Ini saya bawa masker. Tadi tidak dipakai karena masih sepedaan. Masker buat jaga-jaga. Kan sudah ada razia masker. Takut ditangkap," ujarnya lalu tertawa.

Dalam sepekan ini Pemerintah Kabupaten Jombang mulai menindak warga yang tidak menggunakan masker di jalan. Namun, penindakan tersebut tidak terlihat pada saat minggu pagi ini. Padahal, setiap minggu pagi, alun-alun selalu menjadi jujugan warga Jombang untuk bersepeda maupun berolahraga lainnya.

Kasatpol PP Kabupaten Jombang Agus Susilo Sugioto mengaku, patroli yang dilakukan baru dilakukan di pukul 09.00 WIB. Patroli itu untuk memantau kerumunan warga ataupun menindak warga yang tidak bermasker.

Baca Juga : Dapat Dana Hibah Rp 20 Miliar, RSNU Jombang Dibangun Dihadiri Tiga Menteri Jokowi

Namun, suasana pagi hari di Alun-Alun Jombang ini akan menjadi bahan evaluasinya untuk melakukan patroli di pagi hari. "Tadi jam 9 kami sudah patroli. Semuanya sudah bersih di alun-alun. Kondisi allun-alun di pagi hari nanti kita tindak lanjuti. Akan kami evaluasi patroli pagi hari," kata dia.

Dikatakan Agus, pihaknya akan melakukan patroli pagi hari untuk mencegah kerumunan yang sering terjadi di lun-alun setiap pagi. Ia juga akan menindak para warga yang tidak bermasker.

Hukuman bagi warga yang tidak bermasker sudah diatur dalam Perbup Nomor 34 Tahun 2020 tentang pengendalian pandemi covid-19 di Jombang. Bagi yang tidak bermasker, terlebih dahulu akan didata sesuai KTP dan akan diterapkan sanksi sosial bila kedapatan tidak memakai masker lagi.

"Yang pertama suruh buat pernyataan dan difoto KTP-nya karena tidak disita. Satu minggu lagi kalau dia kedapatan tidak memakai masker lagi, akan diberi sanksi kerja sosial selama satu jam," tegas Agus.

Hingga saat ini, lanjut Agus, sudah 366 warga yang tidak bermasker terjaring razia oleh Satpol PP Jombang. Ratusan warga itu terjaring razia sejak awal operasi  Rabu (1/6). "Razia pertama kemarin 241 dan yang kedua 125 pelanggar," pungkasnya.

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette