(dari kiri) Mendes-PDTT RI Abdu Halim Iskandar, Menkes RI dr Terawan Agus Putranto, Menaker RI Ida Fauziyah saat doa bersama sebelum prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung RSNU Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
(dari kiri) Mendes-PDTT RI Abdu Halim Iskandar, Menkes RI dr Terawan Agus Putranto, Menaker RI Ida Fauziyah saat doa bersama sebelum prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung RSNU Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Tiga Menteri kabinet Indonesia Maju periode kedua Jokowi-Ma'ruf Amin berada di Jombang. Ketiga menteri Jokowi itu datang untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung RSNU Jombang.

Tiga menteri Jokowi tersebut adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) RI Abdul Halim Iskandar, Menteri Kesehatan RI dr Terawan Agus Putranto dan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah. Para pembantu Presiden ini, datang dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung bedah sentral dan rawat inap RSNU Jombang di Jalan KH Hasyim Asy'ari, Desa Balungbesuk, Kecamatan Diwek, pada Sabtu (4/7) siang. 

Baca Juga : Ditarget Selesai Desember, Pembangunan Rumah Pompa Petekan Terus Dikebut

Selain para Menteri, acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus RSNU mulai dari Direktur hingga Komisaris. Dan Juga perwakilan pengurus PBNU, PWNU Jatim hingga PCNU Jombang. Jajaran pemerintah Provinsi Jatim yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa juga turut hadir. Dan hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Jombang Mundjidah Wahab beserta wakilnya. 

Acara peletakan batu pertama ini, untuk pembangunan gedung RSNU tahap kedua. Di mana lokasi gedung yang baru akan dibangun itu, berada di belakang gedung RSNU yang sudah beroperasi sejak lama. Untuk mengawali pembangunan gedung baru RSNU itu, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh tiga menteri. Kemudian dilanjutkan oleh para pengurus PBNU, PWNU Jatim hingga pengurus PCNU, dan disusul oleh Gubernur Jatim san Bupati Jombang. 

Mendes-PDTT RI, Halim dalam PT RSNU menjabat sebagai Komisaris yang ditunjuk oleh PBNU. Pada sambutannya di acara itu, ia menyebut bahwa dana pembangunan gedung baru RSNU berasal dari dana hibah Pemprov Jatim sebesar Rp 20 miliar. Gedung baru itu dibangun di atas lahan seluas 1,1 hektare. 

"Anggaran pembangunan ini sekitar Rp 20 miliar di atas lahan belakang RSNU Seluas 1,1 hektar. Saya di sini adalah jabatannya komisaris mewakili PWNU Jatim, kalau rumah sakit ini badan hukumnya perseroan terbatas," terangnya. 

Di hadapan Menkes RI, Halim berharap kementerian kesehatan bisa membantu di sisi alat kesehatan untuk rumah sakit di bawah naungan NU itu. Ia menyebut, bahwa dana Rp 20 miliar itu hanya cukup untuk membangun gedung saja. 

"Kita bersama saudara PCNU Jombang juga mengharapkan, Kemenkes juga bisa bantu alat kesehatan di sini. Pastinya, dengan adanya kehadiran rumah sakit ini bisa mendatangkan manfaat  bagi kemaslahatan dan kesehatan masyarakat di kawasan Jombang dan sekitarnya," kata Halim. 

Baca Juga : Komunitas Driver Ojek Online Madiun Bersatu Galang Dana untuk Operasi Putra Ojol

Sementara, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto dalam sambutannya turut menjawab apa yang sampaikan oleh Mendes-PDTT. Dirinya sangat bangga terhadap kepedulian warga Nahdiyin di Jombang untuk kesehatan masyarakat. 

"Saya percaya akan jadi berkah dan barokah atas pendirian RSNU di Jombang, maka otomatis nanti kita di Kemenkes akan belajar untuk itu. Selain membicarakan penyusunan anggaran untuk bisa dibantu dalam pembangunan gedung ini, pastinya di rumah sakit ini juga membutuhkan SDM dan peralatannya agar rumah sakit ini tetap bisa terus melayani masyarakat kota santri. Seperti dalam keadaan saat ini (Covid-19)," pungkasnya.(*)