PP Muhammadiyah Soal RUU HIP: Pancasila Sudah Final Tak Perlu Diperdebatkan Lagi!

Reporter

Desi Kris

03 - Jul - 2020, 11:23

PP Muhammadiyah gelar konferensi pers terkait RUU HIP (YouTube: tvMu Channel)


Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) hingga kini masih belum menemui titik terang. Berbagai pendapat pun bermunculan dari para tokoh.  

Kali ini Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menggelar konferensi pers terkait RUU HIP. Acara ini digelar lantaran PP Muhammadiyah menolak adanya pembahasan RUU HIP.

Baca Juga : Fahri Hamzah Ceramahin Para Staf Presiden di Indonesia Lawyers Club (ILC) Semalam

Konferensi pers digelar hari ini Jumat (3/7/2020) di Auditorium KH. Ahmad Dahlan PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat.  

Acara ini dihadiri juga oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN).  

Dipantau melalui tayangan live di channel YouTube tvMu Channel, PP Muhammadiyah menyampaikan pernyataan bersama terkait RUU HIP.  

Pernyataan tersebut merupakan pendapat dari masing-masing agama. Salah satunya yakni mengenai Pancasila yang sudah final menjadi filsafat dan dasar negara Indonesia.

"Dengn rahmat Tuhan yang Maha Esa, DPR sedang dalam proses mabahas RUU HIP. Sehubungan dengan hal tersebut masing-masing agama menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara secara konstitusional," ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mukti.  

Lebih lanjut ia juga mengatakan jika kedudukan Pancasila tidak perlu ada perubahan dan seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi.  

Sementara perwakilan dari PGI, Pendeta Jacky Manoputi mengaku jika pihaknya telah melakukan telaah mengenai isi RUU HIP.  

Baca Juga : Dorong Polisi Usut Tuntas Pembakaran Bendera, Ini Kejutan PDIP untuk Polres Blitar Kota

"Gereja-gereja di Indonesia meyakini perumusan Pancasila merupakan anugerah Tuhan, kita menganggap sebagai filsafah dan pedoman hidup," paparnya.  

Senada dengan Abdul Mukti, Jacky menyatakan jika Pancasila sudah final. Pihaknya pun diakui Jacky mengapresiasi sikap pemerintah untuk menunda pembahasan RUU HIP.  

Hal tersebut sambil meminta dan menekankan supaya fokus pada pembinaan implementasi Pancasila. Pendapat senada sampaikan oleh Ketut Arsana perwakilan dari PHDI.  

Ia mengatakan jika Pancasila sudah final sebagai filsafat dan dasar negara kita. “Kami sudah melakukan kajian, beberapa isinya bagus, tapi ada kontraproduktif karena ada unsur meninferentasi Pancasila,” ujar Ketut.

Mereka lantas berharap kelak DPR bisa mengambil keputusan yang terbaik demi negara Indonesia.  


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette