Tak Punya Pendapatan Karena Covid-19, Seniman Sor Terob Wadul Bupati
Reporter
Anang Basso
Editor
Moch. R. Abdul Fatah
23 - Jun - 2020, 12:59
Puluhan pengurus dan anggota Perkumpulan Sound Jenangan Tulungagung (PSJTA) atau dikenal dengan pelaku seni sor terob mendatangi Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (22/06/2020) siang.
Kedatangannya untuk wadul ke Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo agar nasibnya diperhatikan setelah empat bulan tidak dapat melakukan aktifitas apapun.
Baca Juga : Masih Melonjak, Hari Ini Kota Malang Tambah 10 Pasien Positif Covid-19
"Kami sudah diminta untuk didata, namun sampai saat ini tidak ada bantuan. Namun jika dari desa ada bantuan, bukan atas nama sebagai seniman," kata Dian Kurniawan, juru bicara PSJTA.
Selama empat bulan pandemi Covid-19 melanda, para seniman di Tulungagung berhenti total dan tidak mempunyai penghasilan. Untuk itu kehadirannya di Pendopo untuk menyampaikan keluhan tersebut dan berharap agar ada kebijakan memberi ijin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
"Jika diijinkan kami akan mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.
Dian kemudian mengapresiasi janji bupati yang akan segera merapatkan keluhan para seniman itu dengan gugus tugas penanggulangan Covid-19 Tulungagung dan pihak-pihak terkait.
"Tadi sudah diterima keluhan kami, katanya dalam waktu dekat akan di rapatkan," ungkapnya.
Para pelaku seni yang terdiri dari pengusaha sound system, seniman dangdut, waranggono, penyanyi, seniman tayub dan campursari serta seluruh seniman lain berharap agar keputusan untuk memberikan ijin pentas segera dapat diterbitkan.
Bupati Tulungagung melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bambang Ermawan mengaku akan segera melakukan rapat koordinasi
Baca Juga : DLH Kota Malang Serius Garap Taman Sambut Kemerdekaan Republik Indonesia
"Kedatangan para seniman ini untuk menanyakan kapan dimulai new normal ini, karena kemungkinan pandemi ini panjang maka kita akan melakukan koordinasi dengan Forkopimda untuk membahas masalah ini," katanya.
Pihaknya mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah membuat kegiatan ekonomi masyarakat termasuk seniman terdampak. Sehingga untuk memberikan alokasi bantuan tidak mungkin dapat diberikan sepenuhnya lantaran anggaran yang terbatas.
"Sudah ada yang kita bantu, karena seniman itu bukan hanya yang hadir saat ini saja," terangnya.
Dengan akan digelarnya koordinasi, Bambang berharap para seniman bisa segera mendapat kejelasan kapan dan bagaimana prosedur aktivitas yang harus dijalani di masa new normal yang akan datang.
