Beredar Kabar Pengawas dan Kasek Pacitan Terpapar Virus Covid-19, Benarkah?

Editor

Dede Nana

04 - Jun - 2020, 11:37

Bupati bersama Forkopimda Kabupaten Pacitan saat kunjungan ke Kampung Tangguh Sumberharjo


Berkembangnya informasi terkait adanya klaster baru kasus positif Covid-19, membuat beberapa kalangan angkat bicara. 

Tak terkecuali beberapa kalangan di Kabupaten Pacitan yang disebut terjangkiti virus Covid-19 setelah mengikuti pelantikan pengawas dan Kepala Sekolah tingkat SMK se-Jawa Timur (Jatim), 20 Mei 2020 lalu, yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi di BKD Jatim.

Baca Juga : Tambah 5 Orang, Pasien Positif Covid-19 Desa Giripurno Jadi 21

Hal inilah yang membuat kalangan pendidik di Kabupaten Pacitan angkat bicara.

Giyono, Kepala Sekolah SMA Negeri 271 Pacitan, menyampaikan, bahwa adanya pengawas dan Kepala Sekolah yang positif Covid-19 seperti kabar yang beredar disebutnya tak benar.

Dirinya memaparkan, bahwa dalam pelantikan itu, Pacitan hanya mendelegasikan 2 orang pengawas dan satu Kepala Sekolah.

"Tapi tak ada dari ketiganya yang dari SMA. Jadi berita yang beredar itu salah," ucap Giyono.

Lanjutnya, di Kabupaten Pacitan, SMA tidak sampai lebih dari 10 unit. Sedangkan untuk SMK sekitar 37 sekolah. Dengan asumsi pengawas membawahi 10 sekolahan, maka kekurangan tenaga pengawas hanya di tingkat SMK.

Tak hanya itu, Giyono juga mengatakan, delegasi dari Pacitan tidak terpapar virus Covid-19, seperti informasi yang diperolehnya. Walaupun saat rapid tes terdapat reaktif. 

Dimungkinkan karena hasil tes cepat itulah yang membuat beredarnya kabar ada pengawas dan Kepala Sekolah di Pacitan positif Covid-19.

"Dari swab test untuk Pacitan dan Jombang negatif atau tidak terinfeksi. Yang bikin heboh itu karena reaktif rapid tes," ujarnya yang juga menekankan, bahwa reaktif rapid test bukan menegaskan seseorang terkena Covid-19.

"Reaktif itu artinya melawan. Jika kondisi tubuh badan sedang tidak baik, bila dites badan kita ya otomatis lah akan keluar tes reakrif, sekalipun kita tidak bepergian jauh. Kekebalan tubuh bereaksi aktif mempertahankan, menyerang dan melawan penyakit atau virus masuk ke tubuh kita," jelasnya.

Pernyataan Giyono itu dibenarkan juga oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr. Tri Hariadi Hendra Purwaka.

"Jadi kekebalan tubuh bereaksi disebabkan oleh kuman, bakteri dan virus. Kuman, bakteri dan virus apa? Ya apa pun itu semua terdeteksi. Entah itu herves, entah itu hepatitis, TBC sebagainya dan akan kelihatan bila di raped tes," ucapnya.

Tri melanjutkan, baru dinyatakan positif Covid-19 bila hasil swab keluar. "Jika belum di swab tes belum bisa dikatakan terpapar Covid-19," lanjutnya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Jatim Sembuh Bertambah 292 Orang, Total Pasien Sembuh 1.091 Orang

Dirinya juga meminta jangan terburu-buru untuk mengklaim seseorang terkena Covid-19, bila belum dilakukan swab test dan masih berupa rapid test.

Terpisah, wartawan mencoba menghubungi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Sindhu Widyabadra. Untuk meminta konfirmasi terkait klaster baru Surabaya dari kalangan pengawas dan Kepala Sekolah di Kabupaten Pacitan. 

Sayangnya, Sindhu tidak dapat ditemui. Sedangkan petugas administrasi, Slamet yang ditemui wartawan hanya mengatakan, Sindhu sedang sakit.

"Bapak tidak dapat ditemui, karena sakit," ujarnya.

Pun, saat wartawan meminta disposisi untuk mendapatkan keterangan dari penanggungjawab pengawas, tak mendapatkan yang diharapkan.

"Maaf mas, ibu Penanggungjawab pengawas pun tidak bersedia mewakili Pak Sindhu (Pembina) karena tidak mengatongi izin wawancara ke awak media," ujar Slamet.

Setali tiga uang, saat wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi kabar yang beredar ke Kepala Sekolah SMK Negeri 1, Sutomo, tak berkenan untuk menjawab perihal adanya kasus positif Covid-19 yang dikabarkan menjangkiti pengawas dan Kepala Sekolah.

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette