Kisah Sukses Mahasiswa Blitar, Geluti Profesi MC Sambil Kuliah
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
10 - Jan - 2020, 03:05
Nama Arzum Rafael tidak asing di kalangan warga Blitar dan sekitarnya. Cowok yang sudah malang-melintang di berbagai acara ini merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Blitar (Unisba) Blitar.
Lewat profesinya sebagai Master Of Ceremony (MC), pemuda bernama asli Ahmad Marzuqi (23) warga Dusun Sumberbendo, Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar ini telah mengoleksi segudang pengalaman, di antaranya membawakan acara-acara di sejumlah event besar dan seminar skala nasional.
Terhimpit di antara profesi dan pendidikan bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk memecahkan tantangan tersebut, diperlukan manajemen waktu yang ekstra ketat. Arzum sapaan akrab Ahmad Marzuqi, harus mampu mengatur jadwal pekerjaan yang padat dengan kuliah dan tugas-tugasnya.
Oleh sebab itu, tambah Arzum, manajemen waktu merupakan kunci, dan tidak pernah menunda-nunda pekerjaan adalah kunci diri yang paling baik. “Alhamdulilah, tidak ada kesulitan dalam membagi waktu karena saya melakukannya (kuliah dan profesi MC) dengan senang hati. Selama ini jadwal antara MC dan kuliah masih bisa diatasi,” ungkap Arzum kepada BLITARTIMES, Kamis (9/1/2020).
Arzum mengaku mulai tertarik dengan dunia MC sejak masih duduk di bangku SMA. Diapun kemudian belajar cara, gaya dan kiat-kiat menjadi MC profesional secara otodidak.
“Saya belajar MC sejak SMA diawali dengan ngemci di acara sekolah sambil ikut siaran di radio komunitas. Kalau alasan terjun di dunia MC, karena aku kan orang nya suka ngomong, ceriwis, dan suka menghibur orang. Trus dulu itu banyak teman-teman ku yang bilang kalo aku tu cerewet, mereka ada yang suka dan ada juga yang gak suka. Jadi aq merasa itu kekurangan aku. Dan aku sempet belajar buat jadi orang pendiem tapi susah dan nggak bisa, akhir nya aku mikir gimana cerewet ku ini bisa bermanfaat buatku dan orang di sekitar aku. Kemudian aku suka ngikutin gaya-gaya MC di TV dan di beberapa pengisi acara. Ya sudah akhir nya aku mulai suka dan belajar MC secara otodidak, dan kemudian beberapa kali tampil sebagai MC kalo ikut seminar,” jlentrehnya bercerita awal mula menggeluti profesi MC.
Profesi MC seringkali dipandang tidak mudah dijalankan. MC harus memiliki kemampuan handal berbicara di depan umum. Selain itu kesuksesan suatu acara sangat bergantung Master of Ceremony (MC). Tidak sekadar mengatur skenario acara, MC kerap jadi "ruh" dalam sebuah event karena mampu menghidupkan acara sesuai konsep yang telah ditentukan.
Sebagai tuan rumah suatu acara atau kegiatan, MC berperan mengumumkan susunan acara dan memperkenalkan orang yang akan tampil mengisi acara. MC pula yang bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar dan tepat waktu, serta meriah atau khidmat dari awal hingga akhir
“Sebuah acara bisa monoton dan membosankan bila MC kurang cekatan. Saya suka tantangan ini dan semakin termotivasi untuk memberikan sesuatu yang terbaik,” tandasnya.
Menganggap MC sebagai profesi dan hobi yang menyenangkan mendorong Arzum untuk kuliah di Prodi Ilmu Komunikasi Unisba Blitar. Arzum pun bersyukur bisa kuliah di prodi Ilmu Komunikasi yang sesuai dengan pekerjaannya. “Saya bersyukur bisa mengombinasikan pendidikan dan pengalaman bekerja,” pungkasnya.(*)
