Pemkot Blitar Launching Sidoti, DPRD Beri Apresiasi
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Moch. R. Abdul Fatah
05 - Nov - 2019, 12:36
Kalangan wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar memberikan apresiasi dilaunchingnya Sidoti (Sistem Informasi Sedot Tinja Terintegrasi). Dewan berharap Sidoti bisa mewujudkan terwujudnya lingkungan dan masyarakat yang sehat.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitat meluncurkan aplikasi daring berbasis Android bernama Sidoti, untuk melayani limbah domestik masyarakat setempat dengan sedot tinja. Sidoti dilaunching langsung oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso di Instalansi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Senin (4/11/2019).
“Sidoti ini gebrakan baru dari DLH Kota Blitar untuk penyedotan tinja bagi masyarakat. Apabila masyarakat butuh pelayanan penyedotan tinja cukup dengan membuka aplikasi tersebut. Jadi bisa langsung bisa berkomunikasi dengan yang berwenang cukup dengan aplikasi tersebut, prosesnya mudah cukup dengan ponsel dari rumah,” ungkap Anggota DPRD Kota Blitar dari Partai Demokrat, Ridho Handoko.
Mewakili DPRD, Ridho berjanji kedepan pihaknya akan memback up penganggaran untuk menyempurnakan layanan Sidoti dan pengolahan tinja.
”Untuk pengangkatan pengolahan tinja, prosesnya kan masih manual. Tahun depan kita akan pesankan konveyer untuk pengangkatannya, jadi tidak perlu menyentuh barang-barangnya,” tukas dia.
Bantuan juga akan digelontorkan DPRD untuk keperluan sosialisasi, agar Sidoti bisa termanfaatkan maksimal oleh masyarakat Kota Blitar.
”Seperti yang sudah diingatkan oleh Pak Plt wali kota, sosialisasi ini agar setiap kelurahan menyampaikan ke masyarakat. Untuk anggaran sosialisasi, tahun depan kita akan bantu anggarkan, nanti bisa lewat media cetak, media elektronik. Biaya sedot tinja ini murah sekali, hanya Rp 200 ribu saja, seluruh masyarakat harus tahu dan memanfaatkan layanan ini dengan sebaik baiknya,” tegasnya.
Sebelumnya seperti halnya DPRD, Plt Wali Kota Blitar Santoso memberikan apresiasi kepada DLH yang sukses melaunching aplikasi Sidoti. Kedepan Santoso berharap layanan ini kian mempermudah masyarakat Kota Blitar untuk jasa penyedotan tinja.
Aplikasi itu, kata dia, terintegrasi dengan nomor induk kependudukan (NIK) masyarakat Kota Blitar, dan hanya melayani masyarakat Kota Blitar.
“Aplikasi Sidoti bisa diunduh melalui Google Play Store. Bagi warga yang septic tank nya lama tidak dikuran, cukup dengan Rp 200 ribu saja, insyaalah DLH bisa membantu menyedot tinja yang sudah penuh itu. Sehingga tercipta lingkungan dan masyarakat sehat. Tinja itu harus disedot 4 tahun sekali, agar tidak mencemari lingkungan,” ungkap Santoso.
Santoso menambahkan, aplikasi Sidoti merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Dengan aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi malu untuk penyedotan tinja.
”Penyedotan tinja bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Harapan saya, pak camat dan pak lurah se Kota Blitar bisa mensosialisasikan aplikasi ini. Sehingga masyarakat tidak ada keragu raguan untuk penyedotan tinja,” tandasnya.
Sementara itu Kepala DLH Kota Blitar, Pande Ketut Suryadi, menyampaikan, aplikasi Sidoti ini melengkapi instrument pelayanan Kota Blitar untuk penyedotan tinja. Sebelumnya Kota Blitar telah memiliki IPLT, yang tidak semua daerah di Jawa Timur memilikinya.
“Sidoti ini untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Sistem elektronik ini untuk mempermudah masyarakat. Karena apa?, sebelum ada aplikasi ini tingkat permintaan sedot tinja di Kota Blitar hanya 20%, karena masih banyak masyarakat yang belum sadar. Harapan kami dengan adanya aplikasi ini tingkat kesadaran masyarakat untuk sedot tinja bisa meningkat 90%,” katanya.(*)
