Antisipasi Melimpahnya Stok Daging, Ini Strategi Disnak Pemkab Blitar

28 - Aug - 2019, 11:53

Peternak dan pelaku UMKM Kabupaten Blitar mendapat paparan materi pengolahan daging dari BBPP Batu (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Dalam rangka membangun kapasitas SDM yang terkait dengan rantai pasok daging, Pemkab Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan kembali laksanakan Bimbingan Teknis Pengolahan Daging bekerjasama dengan Balai Besar Pengolahan Peternakan (BBPP) Batu.

Bimtek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan selama dua hari, 28 dan 29 Agustus 2019 di BBPP Batu, Kota Batu diikuti peserta dari kalangan peternak, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat umum.

Dalam pelatihan ini peserta diberikan wawasan materi di bidang pengolahan daging meliputi registrasi produk pengolahan hasil ternak, dasar-dasar pengolahan daging hasil ternak, pemasaran produk hasil ternak. Peserta juga dibekali ketrampilan pengemasan produk hasil ternak dan proses pembuatan produk olahan turunan hasil ternak seperti nugget, sosis dan abon.

“Praktik pengolahan daging ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi peternak, UMKM dan masyarakat untuk kedepan mengembangkan bisnis di bidang olahan daging,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Blitar, drh Adi Andaka, Rabu (28/8/2019).

Dikatakannya, program-program di bidang pengolahan hasil ternak saat ini jadi fokus Dinas Peternakan dan Perikanan untuk mengembangkan potensi peternakan di wilayah Kabupaten Blitar. Sebagaimana diketahui, potensi peternakan di Kabupaten Blitar sangat luar biasa. Untuk telur Kabupaten Blitar memproduksi 510 ton telur sehari dan memenuhi 20% kebutuhan nasional dan 70% untuk kebutuhan Jawa Timur. Sementara untuk susu per hari Kabupaten Blitar memproduksi 110 ton susu.

Setelah pelatihan ini lanjut Adi Andaka, Dinas Peternakan dan Perikanan akan berupaya mendorong peserta untuk mandiri dan berkembang untuk mendorong perkembangan industry olahan hasil ternak di Kabupaten Blitar. Mereka juga akan didorong untuk berkoperasi.

“Dengan pelatihan-pelatihan seperti ini kita harapkan nanti kedepannya produk peternakan yang keluar tidak hanya produk mentah, tapi juga produk olahan jadi yang nilai jual produknya lebih besar,” imbuhnya.

Kabid Budidaya dan Pengembangan Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Blitar, Indriawan Wicaksono, menambahkan pelatihan produk olahan daging ini digelar juga sebagai antisipasi bila harga daging sewaktu-waktu anjlok di bawah harga pokok produksi. 

Seperti beberapa waktu lalu di Kabupaten Blitar pasca hari raya harga daging sempat menyentuh Rp 8.500 per kilo. Sementara doc (anak ayam) harganya Rp 6.000 hingga Rp 7.500. Artinya harga bibit dan harga panen tidak seimbang dan menyebabkan peternak mengalami kerugian.

“Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah kita gelar pelatihan daging ini,” tegas dia.

Dia menambahkan, produk olahan ini juga sebagai antisipasi melimpahnya stok daging di daerah. Produk olahan jadi dari daging hasil ternak diharapkan bisa memperpanjang usia produk peternakan.

“Ketika stok daging melimpah permintaanya ya cuma itu-itu saja dan harga jualnya bisa turun. Oleh sebab itu, apabila peternak memiliki keterampilan maka akan bisa mengolahnya (daging) untuk memperoleh income dari sektor lainnya (sektor produk olahan hasil ternak),” terangnya.

Sementara itu Luthfia HM dari BBPP Batu selaku salah satu pemateri pelatihan, menyampaikan proses pengolahan daging menjadi produk turunan hasil peternakan harus memenuhi tahapan-tahapan agar daging yang dikonsumsi baik dan sehat. 

“Proses daging harus sesuai tahapan mulai dari proses penyembelihanya harus halal, penanganan setelah proses penyembelihan harus digantung untuk menghindari pencemaran mikroba, dan kemudian dipotong-potong menjadi potongan daging yang dibutuhkan,” paparnya.

Di kesempatan ini Luhfia juga menyampaikan materi pemasaran produk olahan daging. Menurutnya di era saat ini pemasaran produk bisa dilakukan secara online dan pihak ketiga. Dirinya pun menegaskan produk olahan daging seperti nugget, sosis dan abon sangat prospektif untuk dibisniskan.

“Potensi peternakan di Kabupaten Blitar sangat luar biasa. Kami dari BBPP Batu sangat senang dengan kegiatan seperti ini, semoga kedepan potensi peternakan di Kabupaten Blitar semakin maju dan berkembang. Dengan majunya sektor olahan peternakan kami harapkan akan menambah PAD dan menghidupkan serta menambah penghasilan UMKM di Kabupaten Blitar.(kmf)


Topik

Ekonomi, Blitar Berita-blitar Balai-Besar-Pengolahan-Peternakan-Batu Usaha-Mikro-Kecil-dan-Menengah Dinas-Peternakan-dan-Perikanan-Pemkab-Blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette