Musim Pawai Karnaval, Pengrajin Ogoh-ogoh di Blitar Banjir Pesanan

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

22 - Aug - 2019, 03:08

Suwito saat membuat ogoh ogoh.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)


Peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di bulan Agustus ini, memberikan berkah tersendiri bagi para pelaku atau seniman kreatif di Blitar. Hal itu dirasakan oleh Suwito (34), salah satu seniman kreatif dari asal Dusun Nglaharan RT.01/RW.01 Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar 

Di musim karnaval seperti pada bulan-bulan Agustus hingga September selalu kebanjiran pesanan properti karnaval. Mulai dari pesanan kostum karnaval hingga pembuatan patung Ogoh-ogoh dengan tingkat pengerjaan yang rumit.

Kemahirannya membuat properti patung Ogoh-ogoh berbahan dasar limbah kertas dan styrofoam ini mengantarkan Suwito menjadi seniman handal dengan omset jutaan rupiah. Ribuan karya seni mulai dari lukisan, miniatur tokoh-tokoh pewayangan, hingga patung berukuran raksasa selalu laku terjual dan bahkan tak jarang juga disewakan.

“Dulu awalnya kita ikut lomba bikin ogoh-ogoh untuk acara bersih desa setiap tahun itu kita Alhamdulillah juara satu, selanjutnya mulai banyak pesanan dari sanggar-sanggar kalo ada even-even karnaval itu,” ungkapya kepada BLITARTIMES, Senin (21/08/2019).

Suwito mulai menekuni pembuatan berbagai bentuk karya seni sejak 2016 lalu, ia mengaku awalnya karena merasa tergerak untuk mengenalkan anak-anak dan pemuda di sekitarnya pada budaya lokal.

“Dari pada kegiatan pemuda sini gak jelas kan mending kita ngangkat budaya lokal, dimana kami bikin ogoh-ogoh itu anak-anak jadi tau, ini lembu suro, ini werkudoro, ini anoman dan tokoh-tokoh lainnya. Jadi mereka jangan cuman kenal tokoh avengers saja, tapi kita juga punya tokoh yang lebih legendaris” jelasnya, sambil menunjukkan hasil karyanya.

Dalam mengerjakan karya-karyanya ia tak sendirian, ia mengajak pemuda sekitar untuk ikut berkarya dan membentuk suatu komunitas yang dinamakan 'Galengan Art'.

Bersama komunitasnya ia mengaku, selama ini yang paling banyak dipesan adalah properti ogoh-ogoh dan patung miniatur untuk berbagai kegiatan festival. Saat menjelang perayaan-perayaan hari besar nasional seperti ini ia selalu banjir pesanan. “Memasuki bulan-bulan Juni sampai Agustus dan September seperti ini pesanan banyak sekali. Pesanan biasanya dari sanggar, terus juga dinas-dinas. Bulan-bulan biasanya pesanan banyak dilembur bahkan sampek gak tidur juga pernah,” sambung Arif.

Untuk menjaga kepercayaan pelanggannya Suwito mengaku sangat memperhatikan detail-detail tiap bagian dari properti yang dipesan. Tak jarang pesanan datang dari luar daerah bahkan juga luar pulau. “Untuk bahan dasarnya kita sederhana saja, ya mulai dari kayu, bambu, styrofoam, dan kertas bekas itu selanjutnya dilapisi cat. Namun yang kami utamakan tiap lekukannya, karena berawal dari hati ya mungkin bisa lebih menjiwai,” terang Arif.

Suwito membandrol hasil karyanya mulai harga satu juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung ukuran dan kerumitan karakter yang dibuatnya. Sedangkan untuk sewa Ogoh-ogoh besar biasanya ia membandrol harga mulai harga 500 ribu hingga 2 jutaan.

Selain itu, tak jarang karya buatannya menjuarai berbagai ajang festival. Salah satunya seperti patung ogoh-ogoh lembu suro yang dibuatnya pernah meraih juara satu saat Festival Budaya Lokal di tingkat Provinsi Jawa Timur 2018 lalu. “Kalo dari kami sebenarnya gak butuh pengakuan, tapi paling tidak pemerintah itu memberikan apresiasi, kami ini kan termasuk melestarikan budaya lokal dan mengangkat nama daerah,” pungkasnya.


Topik

Ekonomi, blitar berita-blitar Peringatan-hari-Kemerdekaan-Republik-Indonesia Musim-Pawai-Karnaval Pengrajin-Ogoh-ogoh-Blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette