Arus Lalu Lintas di Probolinggo Kini Bisa Dipantau dari HP

Reporter

Agus Salam

Editor

Yunan Helmy

26 - Dec - 2018, 02:02

Lampu merah di pertigaan depan Makodim 0820 Probolinggo. (Agus Salam/Jatim TIMES)


Seperti di kota besar, Kota sedang seperti Probolinggo sudah memiliki aplikasi yang bisa memantau aktivitas kendaraan bermotor di lampu merah. Nama aplikasinya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo. 

Untuk mendapatkannya, silakan kunjungi Google Play atau Playstore dan download atau instal aplikasinya. Penggunaan aplikasi ini tanpa dipungut biaya alias gratis.

Hal tersebut diungkap Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi, Selasa (25/4) siang. Disebutkan, warga saat ini tidak usah bingung untuk mengetahui situasi di traffic light. Cukup menginstal aplikasi Dishub di Playstore tanpa membeli alias gratis. 

Hanya, kata Sumadi, tidak semua kondisi arus lalu lintas di perempatan dan pertigaan yang bisa dilihat dari aplikasi. Sebab, ada beberapa yang belum dipasangi CCTV. Di antaranya, perempatan Jalan Brantas, Kademangan dan perempatan Kopian, Kelurahan Ketapang, serta pertigaan Jalan Hasan Genggong atau SMPN 4 Kelurahan Sumbertaman.

Selain itu, traffic light di perempatan Jalan Pahlawan (Kecapan), Jalan dr Muhammad Saleh, utara Mapolres Probolinggo Kota, Jalan  Ahmad Yani (lerempatan Flora) dan Jalan Raya Soekarno-Hatta, tepatnya barat Batalion Zeni Tempur X, belum dipasangi CCTV. Jadi, situasi lalu lintas di tempat tersebut belum bisa dipantau melalui aplikasi atau dari handphone. 

Lampu merah perempatan perbatasan Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dengan Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, itu bukan kewenangan Dishub setempat. "Kalau di Laweyan itu, traffic light-nya bukan kami yang masang. Itu jalan nasional,” ujar Sumadi.

Karena itu, pihaknya tidak akan memasang CCTV di perempatan tersebut. Sedangkan di bundaran Gladag Serang (Glaser) hingga kini belum terpasang CCTV. Sumadi berjanji, di lokasi yang menjadi ikon kota itu tak lama lagi akan memiliki kamera pengintai. “Belum, belum ada CCTV-nya. Februari tahun depan akan dipasangi. Dananya sudah masuk di APBD 2019,” ucapnya, tanpa menyebut besaran dananya.

Sementara untuk perempatan maupun pertigaan yang sudah ada lampu merahnya namun belum dipasangi kamera pengintai, Sumadi mengatakan, pengadaannya tidak bersamaan dengan CCTV Glaser. Tetapi tahun berikutnya, alasannya menyesuaikan dana. 

“Ya, bertahaplah. Mana yang lebih penting dulu. Kalau lalu lintasnya sepi, ya tidak perlu dipasangi kamera pengintai,” tambah Sumadi, tanpa menyebut,l biaya pengadaan CCTV, berikut peralatan aplikasinya.

Ditambahkan, Dishub memasang aplikasi pemantau arus lalu lintas sudah lama, yakni di awal 2018 lalu. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan cara men-download atau menginstal aplikasinya di Playstore atau Google Play. 

Saat ini situasi arus lalu linta yang bisa dipantau melalui aplikasi adalah pertigaan Ketapang, perempatan Pilang, lampu merah Jalan Gus Dur, traffic light Brak, pertokoan King, perempatan Pasar Wonoasih dan pertigaan Makodim 0820 serta perempatan Randu Pangger..

Hanya sayang, CCTV di sejumlah traffic light tersebut tidak dilengkapi pengeras suara yang bisa langsung mengingatkan pengguna jalan yang melanggar rambu. Misalnya melanggar zebra cros, menerobos lampu merah, tidak mengenakan helm dan berbonsengan tiga serta pelanggaran lain. "Belum, belum dilengkapi pengeras suara. Kami evaluasi dulu. Hasilnya nanti saya laporkan ke wali kota. Kalau disetujui, ya kami adakan,” pungkasnya. (*)

 


Topik

Peristiwa, probolinggo berita-probolinggo Arus-Lalu-Lintas-Probolinggo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette