Tren Foto Pre Wedding di Jombang Mulai Menggeliat
Reporter
Azza siti hajar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
21 - Aug - 2016, 10:01
Pernikahan, moment yang tak terlupakan seumur hidup ini tak bisa lepas dari foto pre wedding maupun foto wedding. Begitupun di Jombang, tren foto pre wedding ini tengah meningkat.
Foto pre wedding memang bukan hal yang wajib harus ada didalam pernikahan. Namun cukup menjadi tren karena dapat mengabadikan seluruh moment indah sebelum pernikahan. Foto pre wedding bermanfaat sebagai gambar yang akan diletakkan di kartu undangan, maupun dekorasi resepsi pernikahan.
Wajar apabila banyak pasangan calon pengantin yang rela mengeluarkan biaya yang cukup besar. Menurut salah satu fotografer kenamaan dari Jombang, Choirul Anam, 38 tahun, budget foto pre wedding berfariasi. Masing-masing fotografer berbeda dalam mematok harga.
Apalagi harga juga berpengaruh pada hasil dan kualitas foto pre weding. "Secara estetika, foto pre wedding dikategorikan bagus apabila konsep, lokasi,ekspresi objek dapat menggambarkan semuanya, termasuk wardrobe dan skill fotografernya", Kata Anam yang mematok harga minimal Rp 1.5 juta untuk foto pre wedding outdoor.
Pangsa pasar dan prospek foto pre wedding di Jombang sudah mulai merangkak naik. Kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan berpendidikan, kalangan menengah atas, orang- orang yang melek media, serta pengguna medsos. Dari referensi via medsos itulah akhirnya muncul keinginan untuk membuat foto pre wedding.
"Saya sendiri, selain foto pre wedding juga melayani jasa foto wedding, ulang tahun, dokumentasi, family dan modelling. Untuk kendala, yang saya rasakan adalah modal untuk membeli alat-alat fotografi karena harganya sangat mahal. Jadi harus sedikit demi sedikit membeli alatnya," pungkas Anam pada JombangTIMES. (*)
