TIMESINDONESIA, Malang - Rencana perluasan makam Katolik di RT 11/RW 12 Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, ditolak warga. Beberapa warga mendatangi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Kamis (5/3).
Perwakilan warga, Ngadiono, mengatakan, pihaknya selama ini tidak pernah menyetujui adanya perluasan makam. Sebab, komplek makam yang di sekitar masih cukup memadai.
“Kami tidak pernah menyetujuinya, makanya kami minta klarifikasi dari pemerintah,” ungkap dia.
Menurutnya, rencananya diatas lahan 5000 meter persegi bakal dijadikan pemakaman Katolik, yang dikelola Paroki Gembala Baik.
Dikatakan, penolakan ini karena makam tersebut tidak untuk warga Batu, melainkan warga luar. Bahkan, ada manipulasi tanda tangan warga sekitar.
“Kalau untuk warga kami tidak permasalahkan, ini kan baru pertama makam Katolik di Batu,” pungkasnya.
