JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan kesiapan penuh jika dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kesiapan tersebut ditegaskan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di sela kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Bangkalan, Madura.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio menilai Napak Tilas NU bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi untuk menguatkan kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan spiritualitas yang diwariskan para muassis NU. Menurut dia, momentum tersebut relevan dengan semangat Situbondo yang sejak lama dikenal sebagai salah satu poros penting sejarah NU.
Baca Juga : Bukan Sekadar Segel Kantor, Kader Golkar Kota Malang Desak Musda Ulang
Mas Rio menegaskan, secara historis Situbondo memiliki keterkaitan kuat dengan perjalanan NU di Indonesia. Peran ulama-ulama besar asal Situbondo menjadi bukti bahwa daerah tapal kuda ini bukan hanya saksi, tetapi juga bagian dari dinamika besar NU sejak awal berdiri.
"Kami melihat napak tilas ini sebagai pengingat bahwa NU tumbuh dari nilai keikhlasan, persaudaraan, dan khidmat kepada umat. Nilai-nilai itulah yang juga kami rawat di Situbondo," ujar Mas Rio, Minggu (04/01/2026).
Terkait rencana pelaksanaan Muktamar NU setelah Idul Adha 2026, Mas Rio menyampaikan optimismenya. Ia menyebut Situbondo memiliki pengalaman historis sebagai bagian dari perhelatan besar NU, termasuk pada Muktamar NU 1984 yang melahirkan keputusan penting kembali ke khittah 1926.
"Jika kembali dipercaya, Situbondo siap. Baik dari sisi infrastruktur, dukungan masyarakat, maupun kekuatan basis pesantren yang menjadi ruh NU," tegasnya.
Keunikan Situbondo, lanjut Mas Rio, terletak pada sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren. Ia mengungkapkan, sejumlah kiai bahkan telah menyampaikan inisiatif untuk terlibat langsung dalam menyukseskan muktamar, termasuk dukungan logistik dan konsumsi peserta yang dapat ditopang oleh pesantren-pesantren.
"Ini menunjukkan kekuatan gotong royong khas NU masih hidup dan tumbuh. Pemerintah daerah siap memfasilitasi dan memastikan semua berjalan tertib dan aman," tambahnya.
Baca Juga : Napak Tilas Pendirian NU 2026, PCNU Surabaya Teguhkan Ingatan Sejarah dan Khidmah Ulama
Mas Rio juga memastikan kondisi Situbondo dalam keadaan kondusif. Koordinasi dengan para kiai, tokoh NU, dan elemen masyarakat terus dilakukan sebagai langkah awal membangun iklim kebersamaan dan kenyamanan bagi agenda nasional NU tersebut.
Lebih jauh, Mas Rio berharap Napak Tilas NU dapat menjadi momentum konsolidasi dan rekonsiliasi internal NU. Ia mengajak seluruh elemen NU untuk menjaga persatuan dan menjadikan NU sebagai rumah besar umat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang inklusif dan menyejukkan.
"NU adalah kekuatan moral bangsa. Ketika NU solid, Indonesia akan kuat. Situbondo siap menjadi bagian dari ikhtiar besar itu," pungkasnya.