JATIMTIMES - Penyakit pneumonia di Jombang tercatat cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025 ini, ada 1.263 pasien pneumonia dirawat dan 227 di antaranya meninggal dunia.
Data tersebut merupakan pasien yang dirawat di RSUD Jombang. Berdasarkan data yang dirilis rumah sakit pelat merah tersebut, ada 1.263 pasien pneumonia dari Januari-Agustus 2025. Yaitu Januari sebanyak 168 pasien, Februari 198 pasien, Maret 197 pasien, April 171 pasien, Mei 186 pasien, Juni 104 pasien, Juli 147 pasien, dan Agustus 78 pasien.
Baca Juga : Jadi Primadona Warga RI, Ini Batas Aman Konsumsi Mi Instan Menurut Ahli
"Rata-rata pasien pneumonia yang kita rawat setiap bulan 150-200 pasien," ungkap Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah kepada wartawan, Kamis (28/08/2025).
Ma'murotus mengatakan, pneumonia merupakan penyakit infeksi paru-paru yang diakibatkan virus, bakteri, dan jamur. Pada kondisi berat, area paru-paru dipenuhi dengan cairan, lendir, bahkan nana sehingga pasien mengalami kesulitan bernapas.
"Tapi orang bisa terinfeksi virus, bakteri, dan jamur itu karena daya tahan tubuh yang kurang baik. Gejalanya batuk, pansa, dan sesak napas. Jika ada 3 gejala ini, harus langsung dibawa ke fasilitas kesehatan," terangnya.
Rupanya, tingkat kematian pneumenia di Jombang juga tergolong tinggi. Dari catatan RSUD Jombang, pasien meninggal akibat penyakit tersebut mencapai 227 pasien. Di antaranya 24 pasien di bulan Januari, Februari 26 pasien, Maret 29 pasien, April 29 pasien, Mei 34 pasien, Juni 23 pasien, Juli 36 pasien, dan Agustus 26 pasien meninggal dunia.
Baca Juga : Okupansi Hotel Kota Malang Selama Agustus Capai 70 Persen berkat Mahasiswa Baru
Menurut Ma'murotus, kematian pasien pneumonia kerap dipicu dengan adanya penyakit penyerta. Selain itu, rata-rata pasien pneumonia yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi buruk.
"Kebanyakan yang meninggal punya penyakit penyerta. Bisa jantung, diabetes, gagal ginjal, dan juga stroke. Jadi memang daya tahan tubuhnya kurang bagus," pungkasnya.