free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Inovasi Ensilase Unisba Blitar–STIE Kesuma Negara, Kuatkan Kemandirian Pakan Ternak Desa Tegalrejo

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

17 - Aug - 2025, 15:50

Loading Placeholder
Para peternak Desa Tegalrejo bersama tim Unisba Blitar dan STIE Kesuma Negara berfoto usai pelatihan pembuatan ensilase sebagai solusi ketersediaan pakan berkelanjutan. (Foto: Ist)

JATIMTIMES – Di tengah tantangan krisis pakan saat musim kemarau, sebuah terobosan lahir dari ruang akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa. Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar bersama STIE Kesuma Negara menghadirkan inovasi ensilase sebagai solusi berkelanjutan bagi peternak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Program ini merupakan kolaborasi antara Unisba Blitar dan STIE Kesuma Negara, dengan ketua tim Resty Yuliana Rahmawati serta anggota Alfan Setya Winurdana dan Sandi Eka Suprajang. Program ini digagas dalam rangka pengabdian masyarakat yang didukung Bima Kemendiktisaintek, sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan pedesaan.

Baca Juga : Baru 5 Tahun di UFC, Khamzat Chimaev Jadi Juara Dunia Kelas Menengah

 

Resty Yuliana Rahmawati, ketua tim pelaksana program, menuturkan bahwa teknologi ensilase berbasis fermentasi Boosferm bukan sekadar teknik pengawetan pakan, tetapi juga langkah strategis meningkatkan kualitas nutrisi bagi ternak ruminansia. Menurut dia, ketersediaan pakan sepanjang tahun merupakan kunci agar produktivitas peternak tidak terhenti hanya karena keterbatasan musim. 

“Pelatihan ini kami gelar pekan lalu. Teknologi ensilase diharapkan mampu menjamin kontinuitas pasokan sekaligus meningkatkan nilai gizi pakan. Dengan begitu, produktivitas ternak dapat meningkat dan kesejahteraan peternak ikut terdongkrak,” jelasnya.

Desa Tegalrejo, yang dikenal dengan potensi peternakan kambing dan domba, selama ini kerap menghadapi persoalan klasik: kekurangan pakan di musim kering. Situasi tersebut kerap menekan produktivitas dan pendapatan kelompok peternak.

Melalui program ensilase, problem itu mulai diurai. Kelompok Tani Lestari II, yang menjadi mitra utama kegiatan, kini memiliki keterampilan baru untuk mengolah pakan hijauan menjadi silase yang tahan lama.

Anang, ketua kelompok, mengakui bahwa inovasi ini membawa perubahan signifikan. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya banyak ternak yang kekurangan nutrisi ketika pakan segar sulit didapat. “Dengan adanya ensilase, kambing dan domba tetap bisa mendapat pakan berkualitas. Bobot ternak meningkat, hasil penjualan pun lebih baik. Ini jelas berdampak langsung pada penghasilan keluarga,” katanya.

Program ini tidak berhenti pada transfer teknologi semata. Tim pengabdian juga menyertakan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Langkah ini dirancang agar peternak mampu mengelola bisnisnya dengan lebih profesional, sekaligus memperluas akses pasar melalui platform daring. Target produksi silase mencapai 3.000 kilogram per bulan, sebuah angka yang diyakini mampu menstabilkan pasokan pakan dan menambah daya saing peternakan lokal.

Baca Juga : Gelar Upacara HUT Ke-80 RI di Grahadi, Pemprov Jatim Pecahkan Dua Rekor Dunia MURI

 

Lebih jauh, inovasi ensilase turut membawa dimensi keberlanjutan. Limbah pertanian yang selama ini kurang termanfaatkan, kini dapat diolah menjadi bahan pakan fermentasi. Hal itu tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan segar, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, program ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi dan produksi yang bertanggung jawab.

Zainal Fanani, Lurah Desa Tegalrejo, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program ensilase yang digulirkan kampus bersama kelompok peternak sangat tepat dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk memastikan keberlanjutan program agar manfaatnya dirasakan lebih luas. “Inovasi ensilase ini sangat sesuai dengan potensi desa kami. Pemerintah desa siap mendukung penuh agar program ini tidak berhenti di pelatihan, tetapi benar-benar menjadi budaya baru dalam peternakan Tegalrejo,” ujarnya.

Kolaborasi antara akademisi, peternak, dan pemerintah desa menjadi penopang utama keberhasilan program ini. Dari ruang kuliah ke kandang-kandang ternak, ilmu pengetahuan ditransformasikan menjadi praktik yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Jika program ini konsisten dijalankan, Tegalrejo berpeluang menjadi model pengembangan peternakan berkelanjutan yang bisa direplikasi di daerah lain.

Program ensilase yang digagas Unisba Blitar bersama STIE Kesuma Negara bukan sekadar solusi teknis atas krisis pakan, tetapi juga tawaran jalan baru bagi pembangunan pedesaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan. Di tengah desakan kebutuhan pangan nasional, langkah kecil di Tegalrejo ini menyampaikan pesan besar: kemandirian dan kesejahteraan dapat tumbuh dari desa, melalui ilmu dan kemauan untuk berinovasi.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---