JATIMTIMES – Misteri kematian seorang pemuda di Karangsari, Kota Blitar, kian menebar tanda tanya besar. D (35), warga Jl Cemara, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya pada Jumat malam (15/8/2025). Tubuhnya penuh luka.
Dari hasil pemeriksaan luar di RSUD Mardi Waluyo, kondisi jenazah D jauh dari wajar. Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr Bernard Theodore Ratulangi, menyebut ada sejumlah luka mencurigakan. “Secara umum ada beberapa luka pada jenazah. Luka itu, antara lain, keluar darah di hidung serta telinga dan bengkak di kepala belakang. Dicurigai patah tulang dasar,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Baca Juga : Upgrading Kehumasan: Langkah SH Terate Blitar Menyatukan Visi dan Publikasi Positif
Bernard menambahkan, rumah sakit menerima jenazah dari Polres Blitar Kota sekitar pukul 20.30 WIB, Jumat malam. Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke kamar mayat untuk diperiksa. “Jenazah datang sekitar pukul 20.30 WIB. Langsung dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan pemeriksaan luar,” katanya.
Kondisi korban saat tiba di rumah sakit sudah penuh luka. Bernard menjelaskan, tidak ditemukan patah tulang terbuka ataupun sayatan dalam. Namun, bekas-bekas benturan jelas terlihat. “Lukanya itu seperti bengkak, tidak ada luka terbuka seperti sayatan. Ada luka benda tajam hanya di daun telinga,” ungkapnya.
Meski begitu, Bernard berhati-hati soal penyebab luka maupun dugaan kematian korban. Ia menegaskan hal itu menjadi kewenangan polisi. “Untuk penyebab luka saya tidak bisa menyampaikan. Semalam jenazah juga sudah dilakukan autopsi oleh forensik RS Bhayangkara. Untuk hasilnya, polisi yang bisa menjelaskan,” katanya.
Kondisi tubuh korban yang penuh luka semakin menguatkan dugaan bahwa D tidak meninggal secara alami. Kabar yang beredar di kalangan warga, korban sempat terlibat perkelahian sebelum akhirnya ditemukan tewas di rumahnya. Namun, sampai kini belum ada keterangan resmi yang menguatkan dugaan tersebut.
Warga Karangsari pun masih diliputi rasa waswas. Mereka teringat malam sebelum korban ditemukan, terdengar keributan dan musik keras dari rumah D. Esoknya, kabar duka membuat lingkungan itu geger.
Hingga Sabtu siang (16/8/2025), pihak kepolisian masih menutup rapat informasi terkait penyebab pasti kematian D. Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudy Kuswoyo, hanya mengatakan bahwa perkembangan kasus akan disampaikan langsung oleh Kapolres. “Nanti langsung disampaikan oleh bapak Kapolres hari ini pukul 14.00 WIB,” ujarnya.
Baca Juga : Kukuhkan Paskibraka 2025, Ini yang Disampaikan Bupati Jember
Meski begitu, aparat sudah melakukan olah TKP sejak Jumat malam. Garis polisi terpasang di rumah korban. Tim inafis terlihat keluar masuk membawa sejumlah barang bukti untuk diperiksa lebih lanjut.
Kasus ini menjadi bahan perbincangan hangat warga Blitar. Bagaimana seorang pria yang malam sebelumnya masih terlihat bersama kawan-kawannya, tiba-tiba ditemukan tewas dengan banyak luka di tubuhnya? Dugaan pembunuhan kian mencuat, namun kepastian masih menunggu hasil autopsi forensik RS Bhayangkara.
Sampai berita ini diturunkan, misteri kematian D masih menjadi teka-teki. Jawaban baru akan terbuka setelah polisi resmi mengumumkan hasil penyelidikan. Sementara itu, warga Karangsari hanya bisa berharap kasus ini segera terang benderang, agar tidak menambah rasa resah di lingkungan mereka.