JATIMTIMES - Semangat kemerdekaan menggema di halaman MIN 2 Kota Malang pada Selasa (12/8/2025). Ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 terlihat antusias mengikuti berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen untuk bersenang-senang, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang membentuk rasa kebersamaan, disiplin, dan sportivitas. Kegiatan diselenggarakan dalam dua tahap, yakni lomba untuk siswa dan lomba untuk guru serta tenaga kependidikan (GTK).

Koordinator Bidang Kesiswaan MIN 2 Kota Malang Imam Ahmadi MPdI menjelaskan bahwa perlombaan bagi siswa digelar pada Selasa (12/8/2025) dengan sembilan cabang kegiatan. Mulai dari reporter kecil, estafet bendera, estafet bols, estafet holahop, estafet karet, estafet kelereng, estafet balon, membuat ucapan HUT RI, hingga lomba mewarna.
Baca Juga : Mbak Wali Ajak Pelajar SMP Cerdas Mengelola Keuangan untuk Masa Depan
“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengingat bahwa bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan, tetapi juga mengisinya sesuai kemampuan mereka. Melalui lomba di madrasah, kami ingin mereka punya pengalaman yang berbeda dan bermakna,” ujar Imam.
Ia menambahkan, lomba seperti reporter kecil dirancang untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum dan keberanian siswa dalam menyampaikan informasi. Sementara lomba-lomba estafet melatih kekompakan, koordinasi, dan kerja sama tim.

Tidak hanya siswa. Para guru dan tenaga kependidikan (GTK) pun mendapatkan kesempatan untuk ikut memeriahkan HUT RI. Lomba GTK akan digelar pada Minggu (17/8/2025) setelah pelaksanaan upacara bendera. Beberapa jenis lomba yang disiapkan antara lain estafet tepung, perang naga, balap gendong, dan lomba ember.
Menurut Imam, lomba bagi guru bukan sekadar hiburan, tetapi juga ajang untuk menunjukkan keterampilan di luar kelas. “Bagi guru, kegiatan ini bisa menjadi sarana melatih keterampilan lain di luar mengajar. Siapa tahu ada potensi olahraga atau kreativitas yang muncul,” jelasnya.
Imam menekankan bahwa rangkaian lomba ini memiliki tujuan utama untuk mengingatkan siswa akan arti penting kemerdekaan. Perayaan ini membuktikan bahwa kemerdekaan bukan sekadar kata, melainkan semangat yang terus dihidupkan dari generasi ke generasi. Di tangan guru-guru dan siswa yang kreatif, nilai-nilai perjuangan akan tetap tumbuh, mengakar, dan memberi warna pada kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa 17 Agustus adalah momen bersejarah. Mereka perlu memahami bagaimana cara mengisi kemerdekaan sesuai kemampuan masing-masing. Dari sini, mereka bisa lebih menghargai perjuangan para pahlawan,” katanya.
Baca Juga : Pelajar di Jombang Lomba Bikin Batik Ecoprint Peringati Hari Kemerdekaan RI
Ia berharap, semangat yang dibangun di madrasah dapat terbawa hingga ke lingkungan tempat tinggal siswa. “Mungkin setelah ikut lomba di madrasah, mereka juga aktif di lomba-lomba kampung. Dengan begitu, mereka paham bahwa kemerdekaan itu dirayakan dengan rasa syukur, kebersamaan, dan kreativitas,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan, lomba kemerdekaan di MIN 2 Kota Malang menjadi wadah pertemuan semua pihak, siswa, guru, dan masyarakat sekitar dalam suasana penuh keceriaan. Selain memperkuat rasa nasionalisme, kegiatan ini juga mengajarkan arti sportivitas dan menghargai proses.