JATIMTIMES - Pemkot Malang bersama Perum Jasa Tirta (PJT) I berupaya mencukupi kebutuhan air bersih kepada warganya dengan menghadirkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bango. Yang digunakan adalah air permukaan Sungai Bango.
Namun, di balik itu, tantangan permasalahan sampah kiriman dari wilayah hulu menjadi ancaman serius.
Baca Juga : Ajak Warga Peduli, Wali Kota Malang Kerja Bakti di CFD
Sampah menjadi masalah serius di kawasan sungai. Meskipun memanfaatkan permukaan air Sungai Bango, sampah masih menjadi tantangan bersama demi keberlangsungan pasokan air bersih.
Hal tersebut dibeberkan Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I Fahmi Hidayat. Fahmi mengatakan hujan dengan durasi hanya beberapa jam saja bisa menyebabkan penumpukan sampah dalam volume signifikan di wilayah kerjanya.
Kondisi ini memaksa PJT I untuk melakukan pembersihan darurat demi menjaga operasional. “Ini menyebabkan biaya operasi dan pemeliharaan untuk pembersihan sampah menjadi sangat besar,” kata Fahmi.
Menurut Fahmi, masalah degradasi daerah tangkapan air dan menurunnya kualitas air baku akibat sampah bukan lagi isu lokal, melainkan tantangan berskala nasional. Sebagai respons, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) bernama Tri Banyu Arutala.
“Satgas ini akan bertanggung jawab merumuskan kebijakan dan regulasi terkait transformasi penyediaan air baku, pengolahan air minum, hingga air limbah. Ini sejalan dengan target swasembada air dalam program pemerintah pusat dan pencapaian Indonesia Emas 2045,” kata Fahmi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui upaya yang dilakukan di Kota Malang akan sia-sia tanpa kerja sama yang solid dengan daerah tetangga. “Sekuat apa pun upaya yang kita lakukan di Kota Malang, jika daerah sekitarnya tidak memiliki kebijakan yang terintegrasi, kita yang akan menerima dampaknya,” ucap Wahyu.
Baca Juga : Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unisba Blitar di Kepanjenkidul: Wirausaha, Sosialisasi, Kolaborasi Masyarakat
Karena itu, penting kesepakatan yang telah dicapai oleh tiga kepala daerah di Malang Raya. “Bersama wali kota Batu, bupati Malang, dan saya, telah memiliki satu kesepakatan bersama yang kami sebut 'Senyawa Malang Raya',“ kata Wahyu.
Untuk diketahui, SPAM Bango di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, resmi didistribusikan pada Selasa (5/8/2025). SPAM ini dihasilkan dari permukaan air Sungai Bango di kawasan lahan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bango yang menggunakan sistem teknologi continuous filtration atau filtrasi kontinyu.
Pada tahap I ini kapasitas yang dihadirkan 200 per second (LPS). Jumlah ini untuk memenuhi sebanyak 20 ribu sambungan rumah. Rencananya SPAM Bango akan menghasilkan 500 LPS, yang digarap dalam tiga tahap.
Tahap II bakal diwujudkan pada 2027 dengan kapasitas 100 LPS dan 2029 dlanjutkan kapasitas 200 LPS.