JATIMTIMES - Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat dan pasien agar lebih waspada terhadap maraknya aksi oknum yang mengaku sebagai dokter RSI Unisma. Fenomena ini dikhawatirkan dapat merugikan pasien, terutama mereka yang belum terbiasa melakukan pengecekan informasi medis secara mandiri.
Peringatan tersebut muncul setelah beredarnya informasi di media sosial mengenai seseorang yang mengaku sebagai dokter spesialis jantung RSI Unisma dengan nama dr Hendri Saputra SpJP. Informasi itu sempat menyebar luas di berbagai platform, menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Kepala Unit Pemasaran dan Kemitraan RSI Unisma Novita Ordiana Winardi ST ⁸menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. “Kami tegaskan, tidak ada dokter di RSI Unisma dengan nama seperti yang beredar. Masyarakat sebaiknya selalu mengecek informasi langsung ke pusat layanan kami,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (9/8/2025).
Baca Juga : Amanda Manopo dan Kenny Austin Go Public, Tepis Isu Selingkuh dengan Arya Saloka
Menurut Novita, tindakan oknum yang mengaku-ngaku sebagai tenaga medis RSI Unisma ini bukan hanya merusak nama baik rumah sakit, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Pasien yang percaya pada klaim palsu tersebut bisa saja menerima saran medis yang salah atau bahkan tertipu secara finansial.
Menindaklanjuti temuan ini, pihak manajemen RSI Unisma telah merilis pernyataan resmi melalui akun media sosial resminya. Dalam unggahan tersebut, manajemen menegaskan bahwa tidak ada dokter spesialis jantung bernama dr Hendri Saputra SpJP yang bertugas di RSI Unisma. “Mohon untuk berhati-hati terhadap informasi yang tidak benar dan selalu pastikan informasi resmi hanya melalui saluran komunikasi resmi RSI Unisma,” tulis pihak manajemen dalam rilis grafis tersebut.

Kasus pencatutan identitas ini bukan yang pertama. Novita mengungkapkan bahwa ada juga foto salah satu dokter spesialis kandungan RSI Unisma juga pernah disalahgunakan. Lebih memprihatinkan lagi, foto tersebut digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mempromosikan dan menjual obat penggugur kandungan secara ilegal.
“Jelas itu perbuatan yang tidak benar. Masyarakat harus berhati-hati agar tidak menjadi korban,” ucapnya.
Pihak RSI Unisma mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama dan reputasi tenaga medis. Rumah sakit mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi terkait dokter maupun layanan medis hanya melalui kanal resmi, baik dengan menghubungi nomor WhatsApp 0811-3033-139 maupun memantau informasi di media sosial resmi RSI Unisma Malang.
Baca Juga : Ramalan Zodiak Keuangan 9 Agustus 2025: Rezeki Sagitarius Deras, Aquarius Wajib Sabar
Dengan sikap hati-hati dan kesadaran bersama, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan tenaga medis maupun institusi kesehatan. RSI Unisma menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang transparan, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.