JATIMTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan siap bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam menangani anak tidak sekolah (ATS) dan lanjut usia (lansia) yang tidak sekolah serta tidak bisa membaca dan menulis.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir bahkan sebelum pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang selalu bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang dalam penanganan stunting.
Baca Juga : Bukan Sekadar Seremoni, Yudisium FBS Unikama Jadi Titik Awal Perjalanan Baru Lulusan Siap Kerja
Namun, untuk bidang pendidikan, pihaknya akan lebih fokus bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang untuk penanganan anak tidak sekolah dan lansia yang tidak sekolah.
"Karena nanti di bidang pendidikan, kami akan menangani anak-anak putus sekolah dan lansia yang tidak sekolah atau tidak memiliki ijazah, nanti kami akan kerja sama dengan PKBM untuk mengikuti pendidikan kesetaraan," ungkap Suwadji kepada JatimTIMES.com.
Menurut Suwadji, sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang merupakan suatu hal yang saling menguntungkan. Hal itu dikarenakan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi yang saling berkaitan.
Khususnya dalam rangka penanganan anak tidak sekolah dan pengurangan lansia tidak sekolah maupun tidak mampu membaca serta menulis melalui pendidikan kesetaraan ataupun pembelajaran yang lain. Di mana untuk menangani itu perlu data yang akurat dan itu dimiliki oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang.
"Yang paling utama penanganan anak tidak sekolah itu memang melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang. PKK kan punya dasawisma, punya data yang lengkap di bawah, sehingga by name, by address anak tidak sekolah itu PKK pasti tahu," jelas Suwadji.
Baca Juga : Mahasiswa KKN Unisba Blitar Dorong UMKM Bendogerit Naik Kelas Lewat Branding Digital
Selain itu, menurut Suwadji, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang juga pasti mengetahui tentang latar belakang anak tidak sekolah. Mulai dari permasalahan ekonomi, kenakalan anak, sosial, maupun keluarga yang harmonis, nantinya akan disiapkan berbagai program nyata yang disinergikan dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang untuk menangani berbagai latar belakang permasalahan anak tidak sekolah di Kabupaten Malang.
"Dinas Pendidikan siap dan lebih fokus serta lebih ada tambahan. Kalau kemarin kan sesuai dengan programnya PKK. Kalau ini kan PKK punya program nanti disinergikan karena penganggarannya melalui Dinas Pendidikan. Sehingga masuk DPA dan masuk rencana kerjanya Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Sehingga dalam satu tahun masuk program kegiatan," beber Suwadji.
Lebih lanjut, untuk anggaran pelaksanaan program kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Suwadji menyebut belum diketahui. "Ini kan masih arahan untuk menjadi program kegiatan. Karena kami di dalam perencanaan bersinergi dengan Bappeda. Nanti juga ada arahan dari Bappeda, jadi kami nanti menyusun rencana kegiatan," pungkas Suwadji.