JATIMTIMES - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Jawa Timur. Peringatan ini berlaku mulai 29 Juli pukul 07.00 WIB hingga 3 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB.
Dikutip dari Instagram resminya @infobmkgperak, BMKG menyebutkan bahwa ketinggian gelombang laut diperkirakan bisa mencapai 4 meter di beberapa wilayah perairan.
Baca Juga : Viral, Pro Kontra Bendera One Piece Dikibarkan Jelang 17 Agustus
Sejumlah area yang berpotensi terdampak gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter. Di antaranya Perairan Masalembo, Perairan Bawean (bagian utara), Perairan Kepulauan Sapudi (bagian utara dan selatan), serta Perairan Kepulauan Kangean (bagian timur, utara, dan selatan).
Selain wilayah tersebut, perairan di wilayah Jawa Timur lain juga berpotensi mengalami gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter. Wilayah tersebut meliputi Perairan Pacitan, Perairan Trenggalek, Perairan Tulungagung, hingga Perairan Blitar.
Wilayah lain seperti Perairan Malang, Perairan Lumajang, Perairan Jember, dan Perairan Banyuwangi juga diperkirakan terdampak gelombang tinggi dengan ketinggian serupa.
BMKG Maritim Tanjung Perak juga mengingatkan para nelayan dan pihak terkait agar selalu memantau perkembangan kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang melakukan aktivitas pelayaran. “Perahu nelayan harus waspada jika kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 15 knot serta tinggi gelombang 1,25 meter,” tulis @infobmkgperak.
Lebih lanjut, kapal tongkang juga perlu siaga jika angin sudah mencapai 16 waspada dengan gelombang 1,5 meter. Sedangkan untuk kapal ferry harus berhati-hati apabila kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Menurut BMKG, kondisi gelombang tinggi ini berkaitan berkaitan dengan faktor sinoptik yang tengah berlangsung di wilayah Jawa Timur.
Baca Juga : Benarkah 2 Agustus Ada Gerhana Matahari Total? BMKG Bilang Begini
“Secara umum angin bertiup dari timur-tenggara dengan kecepatan 6-25 knots. Kondisi cuaca dominan cerah berawan,” demikian keterangan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya.
Oleh karenanya, BMKG Maritim mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha kelautan, hingga operator pelabuhan untuk terus memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi cuaca ekstrem.
Demikian peringatan potensi adanya gelombang tinggi di perairan Jawa Timur. Semoga informasi ini membantu meningkatkan kewaspadaan warga Jatim.