free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Istilah Rombongan Jarang Beli di Mal Kian Beragam, Begini Tanggapan Asosiasi Pusat Perbelanjaan

Penulis : Irsya Richa - Editor : A Yahya

31 - Jul - 2025, 18:53

Loading Placeholder
Suasana di Mall Town Square. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Fenomena rombongan jarang beli (rojali) di mal saat ini ramai dibicarakan belakangan ini. Beragam istilah baru pun kini mulai bermunculan.

Di antaranya, Rohana (Rombongan Hanya Nanya), Rohalus (Rombongan Hanya Elus-elus), Rohali (Rombongan Hanya Lihat-Lihat), Rocega (Rombongan Cek Harga), Romansa (Rombongan Manis Senyum Aja), Rotasi (Rombongan Tanpa Transaksi).

Baca Juga : Komisi A DPRD Jatim Dorong Penempatan ASN Pemprov Berbasis Pemetaan Bakat dan Kompetensi

Kemudian ada juga Rosali (Rombongan Suka Selfie), Rocadoh (Rombongan Cari Jodoh), Rocuta (Rombongan Cuci Mata) hingga Romusa (Rombongan Muka Susah).

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto, Kamis (31/7/2025). Suwanto mengatakan fenomena dengan beragam istilah ini bukan hal baru di pusat perbelanjaan.

“Salah satu penyebabnya itu-kan karena media sosial. Kemudian karena genersi sekarang ini gen-z punya kata-kata yang lucu itu kan, kalau fenomena seperti itu dari dulu ada,” ujar Suwanto.

Dengan istilah-istilah yang menggelitik itu lanjut Suwanto, memang membawa kesan mal sepi. Faktanya, omzet tenan mengalami kenaikan mencapai 10 persen seluruh Indonesia, tak terkuali di Kota Malang.

“Memang tren belanja ini ada pergeseran atau perubahan ya karena ada banyak pilihan, sekarang customer disuguhkan dengan pilihan belanja online,” tambah Suwanto.

Hal ini tak bisa dipungkiri, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak pengunjung mal yang datang untuk membandingkan harga di tenant-tenant mal. Jika didapati harga yang lebih cocok tentu akan membeli di tenan, karena tidak perlu menunggu.

Baca Juga : Arfa dan Arkaan Siswa MAN 2 Kota Malang: Jawara Fisika Dunia 2025

“Banyak alternatif ini yang menyebabkan sehingga orang datang ke mal membandingkan harga. Tapi sekarang pengunjung lebih suka life style, seperti nongkrong makan,” imbuh Suwanto.

Suwanto mencontohkan, jika sebelumnya rata-rata pengunjung bisa menjajakan Rp 250 ribu kini hanya Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. “Pengeluaran ini untuk satu orang ya. Kondisi ini-lah yang terjadi. Kalau fenomena rojali mungkin hanya sedikit saja, kami pastikan masyarakat Malang Raya kalau mal pasti jajan,” ucap Suwanto.

Setidaknya para pengunjung ke mal masih menjajakan uangnya untuk kuliner di area food court ataupun nongkrong di kafe yang ada di mal. Berbeda dengan toko-toko fashion, pengunjung masih akan masuk jika ada diskon.

“Pengunjung akan masuk ke dalam toko fashion kalau ada sesuatu yang sedang tren. Kemudian ada diskon-diskon pengunjung akan masuk maupun beli, ini terjadi karena kondisi perekonomian,” terang pria yang juga Direktur Lippo Plaza Batu ini.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---