free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Jawab Keresahan Warga, Bupati Ngawi Tegaskan Tiap Kecamatan Adakan Karnaval Budaya HUT RI

Penulis : Satria Romadhoni - Editor : Nurlayla Ratri

31 - Jul - 2025, 10:00

Loading Placeholder
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (foto Satria for JatimTimes)

JATIMTIMES - Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) pada tanggal 17 Agustus 2025 identik dengan kegiatan karnaval. Namun, sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Ngawi tengah resah akan isu banyaknya kecamatan yang tidak mengadakan pawai atau karnaval budaya. 

Pasalnya, kegiatan tahunan ini merupakan momen yang ditunggu berbagai pelaku usaha UMKM atau usaha mikro kecil dan menengah. Mulai dari persewaan kostum pakaian tradisional maupun modern, perias, salon kecantikan, pengusaha terop, pengusaha sound, pedagang kain, sanggar seni, pedagang kaki lima, dan pelaku usaha jasa lainnya.

Baca Juga : Kerja Bakti Surabaya Bergerak Wajib Daftar, Wali Kota Eri Cahyadi: Maksimal 200 Kampung

Sejumlah pelaku usaha menyampaikan keresahan tersebut secara langsung pada Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Rabu (30/7/2025) di rumah kediaman Jalan Hasanudin Ngawi. Pengaduan dilakukan oleh perwakilan perias, salon, persewaan baju adat, juga desainer lokal Kecamatan Widodaren, Kedunggalar, Jogorogo, dan Sine.

Para penggerak ekonomi lokal itu diterima langsung oleh Mas Ony-sapaan akrab orang nomer satu di Bumi Orek-orek, selama kurang lebih satu jam di teras rumah.

Bagus Sajiwo, perwakilan dari Kecamatan Widodaren, mengeluhkan pembatalan acara karnaval yang rencananya diadakan tanggal 19 Agustus. Pembatalan sepihak itu dilakukan oleh Camat Widodaren.

"Kami minta pada Bapak Bupati selaku bapak kami untuk memberi jalan, karena teman-teman ini jujur panennya ya sekali dalam setahun pas karnaval 17-an. Kami sudah menerima banyak pesanan dari perseorangan, instansi, maupun sekolah, bahkan kami sudah di DP, tahu-tahu Pak Camat (Widodaren) Bowo menghubungi kami bahwa karnaval tidak jadi diadakan. Kami jelas kalang kabut, apalagi sebagian pembuatan kostum sudah kami lakukan, tentu dengan mengeluarkan modal yang tidak sedikit. Kami kemarin sempat bersitegang rapat di kantor kecamatan," terang Bagus yang diamini teman-teman seprofesinya.

Endang Setyowati, perwakilan dari Kecamatan Kedunggalar juga mengadukan bahwa pada tahun ini Kedunggalar juga tidak mengadakan karnaval. Hal tersebut diketahui ketika meminta informasi kepada Camat Kedunggalar, dan dijawab tidak ada karnaval. 

"Kami memohon Pak Bupati untuk bisa adat tradisi budaya pawai budaya 17-an bisa tetap dilaksanakan. Kami sudah terlanjur belanja bahan kostum dan siap berkarya," kata pengusaha rias, salon dan persewaan baju Kencana Wungu Jatigembol tersebut di hadapan bupati.

Senada dengan keluhan perwakilan dari Kecamatan Jogorogo dan Sine, agar karnaval tetap diselenggarakan oleh pemerintah kecamatan. "Sowan kami ini banyak didukung oleh seniman se-Ngawi dengan pengharapan yang sama Pak Bupati," kata Ristiana, perias dari Desa Dawung Jogorogo.

Baca Juga : Operasi Patuh Semeru 2025 Kota Malang: Pelanggaran Naik 44 Persen, Tapi Kecelakaan Turun Dibanding 2024

Setelah mendengar keluhan insan seni dan sedikit melakukan dialog, Mas Ony seketika itu juga menelepon Sekda Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Tri Widiyanto, juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabul Tunggul Winarno, serta Camat Kedunggalar Moh. Nur Arifin untuk segera menindaklanjuti keluhan pelaku UMKM seni tersebut. Dia menginstruksikan tetap mengadakan pawai budaya adat karnaval.

“Kegiatan setahun sekali ini sangat penting dilakukan, karena sebagai wujud memperingati Hari Kemerdekaan yang dulu direbut oleh para pahlawan bangsa dengan jiwa, raga, bahkan nyawanya. Nah, sekarang kita tinggal memperingati saja masak keberatan,” ungkap Mas Ony. 

Dia menyebut, dengan karnaval akan tertanam nilai -nilai nasionalisme pada peserta yang kebanyakan anak-anak sekolah, serta menggerakan roda ekonomi di masyarakat. 

"Karnaval ini juga bisa menghibur rakyat. Saya pikir masyarakat juga paham arti jerbasuki mowo beyo, dan Pak Camat untuk tidak takut mengadakan selama itu digunakan untuk kebaikan," terang Mas Ony panjang lebar.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Satria Romadhoni

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---