JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menerjunkan tim ke PT Linde Indonesia untuk mengambil sampel partikel debu yang berasal dari kebocoran coldbox pabrik gas tersebut.
Kepala Dinas DLH Gresik, Sri Subaidah mengatakan bahwa pihaknya saat ini melakukan pengawasan ke PT Linde Indonesia untuk mengetahui sumber partikel atau debu yang keluar.
Baca Juga : Mas Ibin Bongkar Masalah, RSUD Mardi Waluyo Bersiap Jadi Rumah Sakit Masa Depan
"Tim sudah melakukan pengambilan sampling partikel debu di Desa Roomo untuk dilakukan uji lab. Kami juga telah melakukan cek data pemantauan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara)," kata Subaidah, Rabu 30 Juli 2025.
Kepala Bidang Pencemaran DLH Gresik, Zauji mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan investigasi untuk menentukan langkah ke depan. "Saat ini masih kami investigasi, nanti kami update informasi terbarunya," ucapnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan masker apabila diperlukan. "Guna mengurangi risiko paparan langsung partikel debu," imbuhnya.
Sementara dari 4 warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat sesak nafas diduga akibat menghirup abu atau debu yang bersumber dari PT Linde Indonesia telah dipulangkan.
Di sisi lain, Komisi III DPRD Gresik dalam waktu dekat akan memanggil PT Linde Indonesia untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Termasuk pencemaran partikel debu dan dampaknya kepada masyarakat.
Baca Juga : Terdampak Gempa Rusia, Ini 9 Wilayah dan Estimasi Potensi Tsunami di Indonesia
"Tentunya kami akan tanyakan bagaimana tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat terdampak," kata Abdullah Hamdi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik tersebut.
Pihaknya mengaku telah meninjau ke lapangan langsung. Dia melihat masih banyak partikel debu yang berasal dari PT Linde tersebut. Bahkan, warga sekitar masih trauma.
"Warga di sekitar mengaku trauma karena adanya debu berterbangan. Karena malam itu banyak warga yang matanya perih dan sesak nafas," imbuh politisi PKB asal kecamatan Menganti itu.