free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

UB Tuan Rumah Olivia X 2025, Rektor Dorong Vokasi Jadi Motor Industrialisasi Indonesia

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

30 - Jul - 2025, 14:19

Loading Placeholder
Kegiatan Kompetisi Nasional Mahasiswa Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) ke-10 Tahun 2025 yang masuk tahapan grand final di UB, (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah Kompetisi Nasional Mahasiswa Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) ke-10 Tahun 2025. Gelaran nasional ini bukan sekadar ajang kompetisi mahasiswa, melainkan momentum strategis meneguhkan peran pendidikan vokasi sebagai tulang punggung industrialisasi dan pengembangan talenta digital nasional.

Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mendapatkan tempat yang lebih terhormat di tengah persepsi masyarakat yang masih menomorduakan dibanding jalur akademik. Ia menyampaikan, pendidikan vokasi justru merupakan kunci jika Indonesia ingin bertransformasi menjadi negara industri yang berdaulat.

1

“Pendidikan vokasi itu yang seharusnya ditonjolkan kalau Indonesia ingin menjadi negara industri. Skill yang dibangun lebih aplikatif, dan sebenarnya punya hubungan lebih kuat dengan dunia industri,” ujar Prof. Widodo di sela kegiatan grand final Olivia, Rabu (30/7/2025).

Baca Juga : Mantan Presiden BEM UNAIR Pimpin GMNI, Risyad : Trisakti Bung Karno jangan Berhenti

Namun ia juga menggarisbawahi bahwa belum matangnya ekosistem industri di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, peran vokasi tak hanya untuk menyiapkan tenaga kerja, melainkan juga mencetak wirausaha-wirausaha muda yang mampu membangun ekonomi dari bawah.

“Kita berharap pendidikan vokasi juga bisa mencetak entrepreneur muda. Dengan semakin banyak wirausahawan, pertumbuhan ekonomi akan meningkat, dan itu akan mendorong industrialisasi,” tegasnya.

Prof. Widodo juga menyinggung pentingnya keberpihakan negara dalam mengarahkan dana investasi besar, termasuk dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk membangun ekosistem industri yang solid, bukan hanya institusi semata.

“Industri tak bisa berdiri sendiri tanpa ekosistem: bahan baku, regulasi, dan industri pendukung. Dana besar itu mestinya digunakan membangun SDM dan ekosistem industri, bukan sekadar universitas,” tegasnya.

Menjawab tantangan vokasi di UB, Prof. Widodo mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bersiap membesarkan pendidikan vokasi secara signifikan. Salah satunya dengan pembangunan kampus vokasi baru seluas 30 hektare di kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Program studi vokasi di UB saat ini masih sedikit. Kita akan buka program-program baru dan mulai membangun kampus vokasi yang megah dan representatif di Kepanjen. Tahun ini mulai kita garap,” jelasnya.

Pemilihan Kepanjen sebagai lokasi didasari ketersediaan lahan luas dan kesesuaian dengan rencana pengembangan wilayah. Kampus ini nantinya tak hanya fokus pada vokasi, namun juga disiapkan sebagai pusat pendidikan teknologi masa depan.

2

Dekan Fakultas Vokasi UB, Dr. Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menyebut Olivia ke-10 ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang penyelenggaraannya. Dengan 1.043 proposal masuk dari seluruh Indonesia, ajang ini mengerucut menjadi 400 tim finalis yang akan berkompetisi di UB selama tiga hari.

Baca Juga : Menjawab Tantangan Industri: Disnaker Kabupaten Blitar Latih Barber Muda dengan Sertifikasi BNSP

“Ada tujuh kategori utama dan 24 sub-lomba yang digelar. Ini melibatkan hampir seluruh program studi vokasi se-Indonesia. Bahkan, tangkai lomba tahun ini paling banyak sepanjang sejarah Olivia,” ujar Kholid.

Lebih dari sekadar lomba, Olivia menjadi wahana eksplorasi inovasi dan solusi konkret dari generasi Z vokasi untuk pembangunan berkelanjutan. Mulai dari business plan, pembuatan aplikasi, desain grafis, hingga keterampilan hospitality turut ditampilkan.

“Kami ingin melalui Olivia ini muncul talenta-talenta Gen Z vokasi yang punya kompetensi nyata dan bisa menjawab kebutuhan industri,” tambahnya.

Menariknya, prestasi peserta Olivia akan dicatat dalam sistem MBKM dan bisa diklaim sebagai bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Hal ini membuat Olivia tak hanya bergengsi, tetapi juga strategis secara administratif.

Kegiatan Olivia dimulai dengan gala dinner, dilanjutkan pembukaan resmi dan kompetisi pada hari kedua dan ketiga. Pemenang akan diumumkan pada Kamis, 21 Juli 2025.

UB sendiri mengirimkan 21 tim ke babak final dari 24 cabang lomba yang diikuti. Selain berupaya meraih prestasi, UB juga ingin menunjukkan kualitas sebagai tuan rumah yang profesional dan inspiratif. “Kami tidak hanya ingin sukses dalam kompetisi, tapi juga menjadi penyelenggara terbaik Olivia,” pungkas Kholid.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---