free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kemarau 2025 Kapan Selesai? Ini Bocoran BMKG Soal Musim Hujan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

28 - Jul - 2025, 16:50

Loading Placeholder
Ilustrasi kemarau. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Puncak musim kemarau 2025 diprediksi terjadi pada Agustus mendatang. Namun pertanyaan yang banyak ditanyakan publik adalah kapan kemarau ini akan berakhir? 

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diselenggarakan secara daring oleh BNPB, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa kemarau tahun ini diperkirakan akan bertahan hingga September 2025. Sementara musim hujan baru akan mulai masuk pada Oktober.

Baca Juga : Seleksi Pendamping RT Keren: Unisba Blitar Kawal Profesionalisme dan Integritas Rekrutmen

“Musim hujan belum datang. OMC bukan jaminan. Kuncinya adalah patroli ketat, deteksi dini, dan pemadaman cepat,” tegas Dwikorita, dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (28/7/2025). 

Dia juga mencatat bahwa wilayah Sumatera dan Kalimantan, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, menjadi wilayah prioritas yang rawan karhutla.

Melalui analisis curah hujan dasarian (10 harian), Dwikorita menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah tersebut masih mengalami kategori curah hujan rendah. Peta Fire Danger Rating System (FDRS) menunjukkan dominasi warna merah, yang mengindikasikan potensi kebakaran sangat tinggi.

“Warna Merah kembali muncul. Artinya, efek OMC sudah mulai menurun, dan kondisi cuaca aslinya kembali mendominasi,” ujarnya. 

Dwikorita juga menampilkan visual prakiraan harian pertumbuhan awan hujan. Hasilnya, wilayah seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan masih menunjukkan potensi rendah dalam pembentukan awan hujan.

Sebagian besar area tampak dalam warna kuning dan oranye, yang menandakan awan tidak berkembang optimal. Dengan begitu, kemungkinan hujan dalam waktu dekat cukup minim, khususnya di wilayah rawan.

Baca Juga : 7.484 Pengendara Terjaring Operasi Patuh Semeru 2025 di Kota Batu, 1.818 Pelanggar Lalin Kena Tilang

Berdasarkan data dari BNPB menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun ini telah tercatat 278 kejadian karhutla. Di Riau, operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, relawan, OMC, serta helikopter water bombing, cukup berhasil menahan eskalasi kebakaran, meskipun situasi belum sepenuhnya aman.

Dwikorita mengungkap bahwa dua bulan ke depan adalah masa kritis, mengingat kemarau belum akan selesai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, semua pihak diminta tetap waspada.

“Musim hujan belum datang. OMC bukan jaminan. Kuncinya adalah patroli ketat, deteksi dini, dan pemadaman cepat,” ulangnya. 

BMKG juga menyerukan pemanfaatan data iklim dan prakiraan cuaca ekstrem secara strategis. Kepala daerah diminta untuk rutin memantau laporan BMKG sebagai dasar keputusan, baik untuk OMC, pengerahan tim darat, hingga edukasi masyarakat.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---