JATIMTIMES – Suasana malam Sabtu, 26 Juli 2025, di Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar, berbeda dari biasanya. Aroma tumpeng yang menguar bercampur khidmat doa-doa para kader, pengurus, dan simpatisan. Di bawah sorot lampu sederhana dan lantunan ayat suci, DPC PKB Kota Blitar menggelar tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-27 partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama itu.
Acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari para tokoh. Namun malam itu, perhatian tertuju pada sosok Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin—yang akrab disapa Mas Ibin. Dalam pidatonya, ia tidak sekadar memberi ucapan selamat, tapi juga menyuarakan harapan besar untuk masa depan partai.
Baca Juga : Abu Dzar Al-Ghifari: Sahabat Nabi yang Hidup, Wafat, dan Dibangkitkan Sebatang Kara
Ia menyampaikan bahwa PKB, sebagai partai yang dilahirkan oleh NU, memiliki akar tradisi kuat yang hidup di tengah masyarakat. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kekuatan akar itu belum sepenuhnya diolah menjadi kekuatan politik riil. Mas Ibin menyebut, masih banyak warga nahdliyin dan nahdliyat yang belum menjadikan PKB sebagai rumah politik mereka.
"Jika NU itu mayoritas, dan hampir 70 persen penduduk Indonesia mengaku sebagai warga NU, maka sangat masuk akal jika PKB suatu saat menjadi partai terbesar di republik ini," katanya, dengan nada tenang namun penuh tekanan visi.
Menurut dia, yang dibutuhkan hanya konsolidasi dan keyakinan bahwa PKB adalah saluran aspirasi politik warga NU. Mas Ibin, yang kini memimpin Kota Blitar, juga tak lupa mengucap terima kasih kepada DPC PKB Kota Blitar. Ia menyebut bahwa dirinya bisa menduduki kursi wali kota tak lepas dari kepercayaan partai. Bahkan, ia menirukan pernyataan Gus Halim, Ketua DPW PKB Jawa Timur, yang menyebut dirinya sebagai "pemecah mitos".
"Katanya saya ini pemecah mitos. Saya sendiri tidak tahu mitos apa yang dimaksud. Tapi saya tahu satu hal: la haula wa la quwwata illa billah. Kalau Gusti Allah sudah berkehendak, maka insyaallah akan jadi," ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam konteks Kota Blitar, pernyataan "pemecah mitos" merujuk pada dominasi panjang PDI Perjuangan dalam kontestasi kepala daerah pasca reformasi. Untuk kali pertama, PKB mampu menempatkan kadernya sebagai kepala daerah di Kota Blitar. Sebuah pencapaian yang, menurut Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto, layak disyukuri.
Yasin menjelaskan bahwa rangkaian harlah ke-27 PKB sejatinya sudah dimulai sejak Rabu pagi melalui khataman Al-Qur’an. Namun karena seluruh jajaran pengurus inti menghadiri perayaan nasional di Jakarta, acara malam hari baru digelar Sabtu malam.
Menurutnya, kemenangan PKB dalam Pilkada Blitar adalah tonggak penting yang harus dimaknai sebagai modal untuk konsolidasi politik ke depan. Ia menyebut bahwa saat ini PKB menjadi pemenang kedua di DPRD Kota Blitar dengan lima kursi. Target selanjutnya adalah menambah kursi pada Pileg 2029.
Baca Juga : Bersih, Rapi, dan Siap Pakai: Granit Cream Terbaru Graha Bangunan Blitar Incar Segmen Keluarga Muda
"Kalau sudah punya wali kota, masa tidak bisa nambah kursi? Harapannya tentu kursi di DPRD bertambah, meski soal berapa yang tahu hanya Allah," ujarnya sambil tersenyum.
Yasin juga menekankan bahwa tugas utama PKB adalah menjalankan amanah para kiai untuk mengawal jalannya pemerintahan. Kemenangan politik, menurutnya, bukan semata tujuan, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat dan maslahat bagi masyarakat.
Tasyakuran malam itu bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa PKB Kota Blitar kini tak lagi berada di pinggiran. Dengan Mas Ibin sebagai Wali Kota, partai hijau ini mulai menancapkan pengaruhnya secara strategis. Berbekal basis sosial yang kuat dan akar kultural yang dalam, tantangannya kini adalah bagaimana PKB menjelma menjadi kendaraan politik utama kaum nahdliyin.
Mas Ibin menutup sambutannya dengan permintaan doa. Ia berharap dapat menjalankan tugas sebagai wali kota dengan baik dan membawa nama PKB semakin harum. “Kalau ada kekurangan, mohon saya dituturi. Jangan sungkan. Ini amanah, dan saya ingin amanah ini membawa berkah bagi warga Kota Blitar dan PKB,” pungkasnya.