JATIMTIMES - Langkah berani diambil oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan menyatakan akan mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Pernyataan resmi ini dijadwalkan diumumkan dalam Sidang Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada September 2025. Keputusan ini juga sejalan dengan sikap Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Baca Juga : Perang Thailand vs Kamboja Semakin Panas, 16 Tewas dan 120 Ribu Ngungsi
Prancis Umumkan Pengakuan Palestina di PBB
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui media sosial dan dikutip Bloomberg pada Sabtu (26/7/2025), Macron menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina adalah bagian dari komitmen historis Prancis terhadap perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah.
“Sejalan dengan komitmen historis Prancis terhadap perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina,” ujar Macron.
Dengan langkah ini, Prancis bergabung bersama 142 dari 193 negara anggota PBB yang telah atau berencana mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
Dukungan Global Terus Mengalir
Tak hanya Prancis, Kanada melalui pemerintahnya di Ottawa juga menyatakan akan mengikuti langkah serupa. Kanada berencana menyampaikan deklarasi resminya dalam Sidang Umum PBB mendatang.
Sementara itu, beberapa negara Uni Eropa seperti Norwegia, Irlandia, dan Spanyol telah memulai proses pengakuan terhadap Palestina sejak Mei 2025.
Amerika Serikat dan Israel Kecam Keras Keputusan Prancis
Langkah Prancis ini disambut dengan kecaman keras dari Amerika Serikat dan Israel. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut keputusan Macron sebagai tindakan sembrono yang dapat memperkuat propaganda Hamas.
“AS menolak keras rencana @EmmanuelMacron untuk mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB. Keputusan sembrono ini hanya menguntungkan propaganda Hamas dan menjadi kemunduran upaya perdamaian,” tulis Rubio melalui akun X resminya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga turut mengecam langkah Prancis. Menurutnya, keputusan tersebut berisiko menciptakan “proksi baru Iran” dan memberi penghargaan terhadap aksi terorisme.
Baca Juga : Siapkan Pengisian Kekosongan Jabatan, Pemkot Malang Bakal Terapkan Manajemen Talenta
"Negara Palestina dalam kondisi saat ini akan menjadi landasan peluncuran untuk melenyapkan Israel, bukan hidup berdampingan secara damai," kata Netanyahu.
Prancis Tegaskan Lawan Hamas, Bukan Mendukung
Menanggapi kritik tajam dari AS dan Israel, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot membela keputusan Macron. Ia menyatakan bahwa pengakuan Palestina bukanlah bentuk dukungan terhadap Hamas, melainkan justru merupakan langkah untuk mewujudkan solusi dua negara yang sejati.
“Hamas selalu menolak solusi dua negara. Dengan mengakui Palestina, Prancis justru melawan organisasi teroris itu,” ujar Barrot di X.
Dukungan dari Indonesia: Prabowo Konsisten Bela Palestina
Presiden Prabowo Subianto sejak awal menjabat telah menyuarakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina. Sikap Macron dinilai senada dengan komitmen Indonesia untuk mendorong perdamaian yang adil dan sejati di Timur Tengah.
Langkah Prancis ini pun memperkuat posisi global negara-negara yang mendukung solusi dua negara, serta menambah tekanan diplomatik terhadap negara-negara Barat lainnya yang masih menolak memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina.