free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kiriman Bunga Terlambat Gegara Macet Parah di Jalur Situbondo-Banyuwangi

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

25 - Jul - 2025, 15:25

Loading Placeholder
Keluhan kiriman bunga dari Batu ke Denpasar yang terjebak macet di jalur Situbondo-Banyuwangi, Kamis (24/7/2025). (Foto: X)

JATIMTIMES - Kemacetan parah di jalur alternatif Situbondo menuju Banyuwangi bikin warganet ramai mengeluh di media sosial. Masalahnya tak hanya karena padatnya kendaraan, tapi juga efek domino dari penutupan total Jalur Gumitir yang berlangsung sejak Kamis (24/7/2025) kemarin.

Adapun penutupan jalur Jember-Banyuwangi via Gumitir itu membuat semua kendaraan roda empat dialihkan ke jalur pantura lewat Situbondo. Alhasil, kemacetan mengular hingga 42 km. Kondisi ini makin diperparah dengan kemacetan truk muatan karena kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang juga terbatas.

Baca Juga : Operasi Gabungan Digelar di Tol Kertosono, Sasar Pengendara Ngebut Lebihi 110 KM Perjam

Salah satu yang jadi korban kemacetan ini adalah pengiriman bunga dari Kota Batu ke Bali. Seorang pengguna X (dulu Twitter), @zamzons, mengeluhkan kiriman bunganya belum juga sampai.

"Mas @briand_fergie Banyuwangi ada apa ya mas? kok sering banget macet, truk kirim bunga dari kota Batu tujuan Denpasar dan sekitarnya berangkat kemarin (Rabu, 23 Juli 2025) maghrib sampai sekarang (Kamis, 24 Juli 2025) belum masuk pelabuhan. Info terakhir sampai Wongsorejo mas, gak gerak sama sekali. Kemungkinan besar banyak yang gosong ini bunganya," tulisnya.

Keluhan itu dijawab oleh warga Banyuwangi melalui akun X-nya @briand_fergie yang menjelaskan kondisi di lapangan.

"Minggu lalu karena kapal di Ketapang-Gilimanuk cuma ada tiga, lainnya perbaikan. Dua hari terakhir karena jalur Jember ditutup, perbaikan jalan sampai September. Jadi semua roda empat lewat Situbondo dan Ketapang. Menumpuk dan macet. Kiriman saya dari Malang juga terdampak," katanya.

Ia juga menyinggung soal siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kondisi ini. "Atas kemacetan parah yang sedang terjadi dan kecelakaan kapal laut beberapa waktu yang lalu, apakah sudah ada pihak yang meminta maaf? Apakah sudah ada yang merasa salah? Apakah ada yang pasang badan untuk bertanggung jawab?" sambungnya.

Kritik juga datang dari akun @noe_roelz yang menyentil minimnya kapal yang beroperasi di jalur Ketapang-Gilimanuk. "Mantab memang ya Indonesia Raya tercinta ini... Akhir minggu kemarin jare kapale ditambah, nah sekarang malah cuma 4 yang bisa layar. Ya gimana lagi kan timbang tragedi tenggelam lagi, gitu yo gak ono sanksi apa-apa ke dinas terkait yg ngurusi penyebrangan," cuitnya.

Ia juga mengungkit pernyataan pejabat yang dianggap hanya reaktif setelah insiden tenggelamnya kapal beberapa waktu lalu. "Dirjen e malah cuman ngomong: seluruh kapal harus diaudit dulu karena tidak layak berlayar. Cuk kon ambek anak buahmu wingi-wingi iku lapo sampek ono kapal overload 410 ton tenggelam baru melek budal audit temenan. Bah disumpahi wong akeh iku auditor kapale," tulisnya dengan kesal.

“Loss doll (kapal Ketapang-Gilimanuk overload muatan), soale yo ngono iku, kakehan salam tempel.... saiki lho isok-isok’e Tunu kemaren itu overload 410 ton, dusone sopo sing nanggung ikuuuu,” lanjutnya.

Warganet lainnya juga ikut menyuarakan keresahan mereka, seperti akun @fajar_ardi7 yang menyoroti efek penutupan jalur selatan.

"Jalur selatan ditutup bikin tumpah ruah ke pantura. Gak bayangin kalau jalan di Selemadeg belum selesai dan jumlah kapal ferry masih cuman 2. A total calamity," cuitnya.

Seperti diketahui, Jalur Gumitir yang menjadi penghubung utama Jember-Banyuwangi ditutup sejak Kamis (24/7) untuk keperluan perbaikan jalan. Penutupan ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan hingga September 2025.

Selama penutupan, kendaraan pribadi dan truk dialihkan ke jalur Pantura lewat Situbondo. Namun, jalur ini kini kewalahan karena lonjakan kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan.

Di sisi lain, kapal ferry yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang juga terbatas. Beberapa unit masih dalam proses perbaikan dan audit kelayakan usai insiden kapal tenggelam akibat muatan berlebih.

Usut punya usut, kemacetan di jalur alternatif Situbondo-Banyuwangi mulai terasa sejak Kamis (24/7/2025) pagi dan puncaknya terjadi pada siang hari. Sekitar pukul 12.00 WIB, antrean kendaraan telah menjalar hingga Waduk Bajulmati, Situbondo. Jarak dari titik ini ke Pelabuhan Ketapang sekitar 31 kilometer.

Baca Juga : Adakah Long Weekend di Bulan Agustus 2025? Ini Jadwal Lengkapnya!

Kapolres Situbondo melalui Kasat Lantas AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan bahwa kemacetan ini dipicu oleh berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang.

"Kapal yang beroperasi biasanya kan 17 (di pelabuhan Ketapang). Sekarang tinggal 4 (kapal yang beroperasi). Imbasnya antrean yang masuk ke pelabuhan sampai mengekor ke Waduk Bajulmati," jelas Nanang dikutip Jumat (25/7/2025). 

Kemacetan tidak hanya terjadi dari arah Situbondo. Arah Banyuwangi Kota ke Ketapang juga terdampak. Ekor antrean sempat terpantau hingga 3 kilometer dari pusat kota menuju pelabuhan.

Masalah lain yang memperparah kondisi adalah adanya truk kontainer yang mogok di kawasan Jembatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kendaraan besar tersebut sempat membuat laju kendaraan terhambat dari arah berlawanan.

"Setelah sempat kami cek ke arah Banyuwangi, ternyata di Wongsorejo ada truk kontainer yang macet. Setelah berhasil dievakuasi, arus lalu lintas lancar lagi," lanjut AKP Nanang.

Guna menghindari pengendara nekat yang mencoba melawan arus, pihak Satlantas Polres Situbondo memasang barikade di sejumlah titik rawan. Langkah ini dinilai cukup efektif untuk mencegah antrean kendaraan bertambah panjang.

Kemacetan akhirnya mulai terurai sekitar pukul 16.00 WIB setelah bertahan sejak pukul 09.00 pagi.
"Alhamdulillah sudah kembali lancar sejak jam empat-an (16.00 WIB)," kata Nanang.

Sementara itu, pihak Polresta Banyuwangi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menurunkan sepertiga kekuatan personel sejak pagi untuk membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang.

"Sepertiga dari kekuatan Polresta Banyuwangi dan Polsek jajaran kami kerahkan untuk mempercepat penguraian kemacetan," terang Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono.

Personel kepolisian ditempatkan di titik-titik strategis guna memastikan pengendara tidak menyerobot jalur lawan arah. Selain itu, mereka juga menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur lingkar.

Menurut Teguh, penambahan jumlah kapal penyeberangan juga dilakukan secara bertahap untuk mengatasi penumpukan kendaraan, terutama truk besar.

"Di LCM hari ini ada penambahan armada menjadi 6 kapal penyeberangan khusus untuk Tronton, kemudian di MB IV ada 4 kapal serta di Dermaga Bulusan ada 2 kapal. Lambat laun akan mengalir, kami juga berupaya agar truk dapat masuk kapal secara tertib dan terarah," jelas Teguh.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---