free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Waspada Beras Oplosan, Kenali Ciri-cirinya Sebelum dan Sesudah Dimasak

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

13 - Jul - 2025, 18:27

Loading Placeholder
Potret beras. (Foto: Pngtree)

JATIMTIMES - Masyarakat diminta lebih jeli saat membeli beras di pasaran. Pasalnya, masih banyak beras oplosan yang beredar dengan harga lebih murah, namun kualitasnya jauh dari standar aman konsumsi. 

Praktik mencampur berbagai jenis beras oleh pedagang tak bertanggung jawab ini kerap dilakukan demi mengejar keuntungan lebih, meski bisa merugikan konsumen. Tak hanya merugikan dari sisi mutu, beras oplosan juga berpotensi membahayakan kesehatan, terlebih jika dicampur dengan bahan asing yang tidak seharusnya digunakan dalam produk pangan. Agar tidak salah pilih, penting untuk mengetahui ciri-ciri beras oplosan, baik saat masih mentah maupun setelah dimasak.

Baca Juga : 6 Persiapan Penting sebelum Masuk Sekolah Usai Libur Panjang, Catat Pesan Mendikdasmen!

Ciri Beras Oplosan

Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Tajuddin Bantacut, menjelaskan bahwa beras oplosan umumnya dapat dikenali dengan kasat mata. Sebelum dimasak, biasanya butiran beras tampak tidak seragam. Warna beras pun cenderung bervariasi karena berasal dari jenis dan kualitas yang berbeda.

“Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur, dan butiran maka dapat dicurigai sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing,” ujar Tajuddin dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (13/7/2025). 

Saat sudah dimasak, ciri beras oplosan bisa makin terlihat. Nasi yang dihasilkan umumnya lebih lembek, aromanya tidak sedap, dan teksturnya tidak sebaik nasi dari beras berkualitas baik.

Prof Tajuddin mengungkapkan bahwa praktik pengoplosan beras tidak hanya mencampur dua jenis beras berbeda, tetapi juga bisa melibatkan bahan non-pangan.

Ia menyebut ada tiga tipe beras oplosan yang beredar di masyarakat:
• Beras campuran dengan bahan lain
Contohnya beras yang dicampur dengan jagung. Model campuran seperti ini kerap ditemukan di beberapa daerah tertentu.

• Beras blended
Merupakan kombinasi dari berbagai jenis beras. Pedagang biasa mencampur untuk memperbaiki rasa atau tekstur, meskipun cara ini tetap tidak sesuai etika penjualan.

• Beras yang dipoles ulang
Ini adalah beras rusak atau berkualitas rendah yang dicampur bahan asing, lalu dipoles supaya terlihat mengilap dan bagus di mata pembeli. Padahal, kualitas aslinya jauh di bawah standar.

Menurut Tajuddin, jenis beras terakhir ini yang paling berbahaya karena bisa saja dicampur zat pewarna, bahan kimia, atau pengawet yang berisiko terhadap kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Baca Juga : Kerajaan Surabaya: Jejak Keturunan Sunan Ampel, Rival Abadi Mataram

Selain soal kualitas dan keamanan, Tajuddin juga mengingatkan tentang durasi penyimpanan beras. Ia menyarankan agar beras dikonsumsi maksimal dalam waktu enam bulan sejak pembelian untuk menjaga kualitas dan menghindari kerusakan.

“Beras yang rusak bisa dipoles ulang. Namun, jika kerusakannya sudah parah, baik secara fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis, maka tidak layak untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Ia menambahkan, penurunan mutu beras biasanya disebabkan oleh faktor lingkungan, mikroorganisme, hingga serangan hama. Karena itu, penyimpanan beras sebaiknya dilakukan di tempat kering dan tertutup rapat agar kualitas tetap terjaga.

“Terlebih apabila mengandung bahan kimia atau pengawet, bisa berbahaya untuk kesehatan,” pungkas Tajuddin.

Tips Aman Beli Beras

Agar tak tertipu saat membeli beras, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut:
• Periksa warna dan bentuk butiran beras, hindari yang terlihat terlalu mengilap atau warnanya tidak merata.
• Cium aroma beras. Jika bau menyengat atau berbeda dari beras pada umumnya, patut diwaspadai.
• Perhatikan harga. Jika terlalu murah dibandingkan pasaran, bisa jadi itu beras oplosan.
• Pilih beras dari produsen atau merek terpercaya, terutama yang memiliki label resmi atau sertifikasi.
• Simpan beras di tempat kering dan tertutup rapat agar tidak mudah rusak.

Dengan mengenali ciri-ciri beras oplosan dan lebih cermat saat berbelanja, masyarakat bisa terhindar dari risiko mengonsumsi beras yang tak layak. Semoga informasi ini membantu ya. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---