JATIMTIMES - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak. Serangan balasan yang dilancarkan Iran menyebabkan tiga orang tewas di Israel dan melukai puluhan lainnya. Aksi ini merupakan respons atas serangan besar Israel terhadap fasilitas nuklir dan tokoh militer penting Iran.
Dilansir The Wall Street Journal, Sabtu (14/6/2025), Iran menembakkan sejumlah proyektil ke wilayah Israel dalam serangan yang diklaim sebagai balasan atas serangan mendadak Israel terhadap fasilitas nuklir dan para komandan militer Iran. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
Baca Juga : Korban Berjatuhan, Rudal Iran Tewaskan 2 Orang di Israel
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Iran telah “melewati garis merah” dengan menargetkan wilayah sipil yang padat penduduk. Militer Israel menyebut sebagian besar rudal balistik jarak pendek yang ditembakkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.
Seorang pejabat Amerika Serikat menambahkan bahwa Negeri Paman Sam ikut membantu Israel dalam menahan serangan tersebut.
Sebelumnya, serangan Israel ke Iran dimulai sejak Jumat dini hari waktu setempat dan berlangsung sepanjang hari. Serangan ini menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, beserta dua jenderal lainnya. Aksi ini disebut sebagai pukulan telak bagi struktur militer Iran.
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa total korban tewas akibat serangan Israel mencapai 78 orang, sementara lebih dari 320 lainnya mengalami luka.
Selain menargetkan tokoh militer, Israel juga menyerang situs pengayaan uranium Fordow. Ini berarti, dalam serangan kali ini, Israel berhasil menghantam tiga lokasi inti dalam program nuklir Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa operasi militer ini akan terus berlangsung selama yang dibutuhkan. Seorang pejabat senior Israel menyebut bahwa negara tersebut telah merancang operasi selama 14 hari ke depan.
“Operasi ini akan berlangsung selama yang diperlukan untuk menghentikan ancaman dari Iran,” ujar Netanyahu.
Baca Juga : Ketika Salokantara Dibunuh: Pangeran Silarong dan Kutukan yang Membayangi Penaklukan Blambangan
Seorang pejabat Israel juga mengungkap bahwa sebelum serangan dilakukan, agen-agen mereka telah berhasil menyelundupkan drone eksplosif dan senjata berpemandu ke dalam wilayah Iran.
Mantan Presiden AS, Donald Trump juga turut memberikan komentar. Ia mengatakan telah mengetahui rencana Israel untuk menyerang Iran.
“Apakah saya diberi peringatan? Bukan seperti itu. Saya tahu apa yang sedang terjadi,” kata Trump.
Ia sebelumnya juga mendesak pemimpin Iran untuk segera mencapai kesepakatan sebelum situasi semakin memburuk. "Sebelum tidak ada yang tersisa," tegas Trump.