JATIMTIMES - Muhammad Zainnur Abdillah, resmi terpilih sebagai koordinator BEM Nusantara Jawa Timur periode 2025-2026. Pemilihan Muhammad Zainnur Abdillah sebagai Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur periode 2025-2026 bukan sekadar pergantian struktur organisasi.
Lebih dari itu, ini adalah momentum refleksi arah gerakan mahasiswa di tengah derasnya dinamika sosial-politik Indonesia. Mahasiswa Universitas Merdeka Madiun yang akrab disapa Zainnur ini, bukan wajah baru dalam aktivisme kampus. Dia terpilih dalam forum Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur yang diselenggarakan di Kota Malang pada Senin-Rabu, 1-3 Juni 2025.
Baca Juga : Kang, Mak, dan Haul: Warisan Budaya Champa yang Dibawa Sunan Ampel
Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Agus Abdullah menyatakan koordinator daerah BEM Nusantara Jawa Timur dipilih melalui musyawarah dan pelaksanaannya harus sesuai dengan Konstitusi Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) BEM Nusantara. Musyawarah ini bukan hanya simbol demokrasi internal, tetapi cerminan dari kedewasaan gerakan mahasiswa dalam menjaga marwah organisasinya.
Sebagai Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur terpilih, Zainnur menyatakan dia akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui BEM Nusantara Jawa Timur.
“BEM Nusantara adalah mitra kritis pemerintah Indonesia dan kami berkomitmen akan menjadi garda terdepan dalam merespons isu strategis daerah dan nasional," ungkap Zainur.
Gerakan mahasiswa saat ini dituntut bukan hanya vokal, tetapi juga solutif, inklusif, edukatif dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat luas. Di tengah era disrupsi dan kebisingan informasi, suara mahasiswa harus mampu menjadi penjernih, bukan justru ikut menambah keruhnya ruang publik.
Lebih dari sekadar slogan, Zainnur menyampaikan visi yang menyentuh esensi gerakan mahasiswa masa kini.
Baca Juga : Kenapa Memilih STIE Malangkuçeçwara? Ini 8 Alasan Kuat yang Wajib Anda Ketahui
“Saya percaya, kekuatan mahasiswa terletak pada semangat kritis dan semangat kolaboratif. Mari kita jadikan BEM Nusantara Jawa Timur sebagai simbol persatuan, intelektualitas, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran," ujar Zainur.
Zainur menyadari bahwa kekuatan mahasiswa tidak hanya terletak pada jumlah massa aksi, tetapi pada ide-ide yang membangun, argumentasi yang tajam, dan solusi yang aplikatif.
Dia berharap BEM Nusantara Jawa Timur akan menjadi simbol perjuangan yang tak sekadar reaktif, tapi juga proaktif. Gerakan yang tak hanya turun ke jalan, tapi juga hadir di ruang diskusi kebijakan.