JATIMTIMES - Polemik lahan yang digunakan SMAN 8 Kota Malang masih tak kunjung menemukan solusi konkret. Terbaru, informasi didapat JatimTIMES, lapangan basket di sekolah yang ada di Jalan Veteran itu ditutup menggunakan pagar di sekelilingnya.
Informasi didapat JatimTIMES, lahan yang selama ini digunakan sebagai lapangan basket SMAN 8 Kota Malang akan dibangun gedung Balai Diklat UM setinggi 9 lantai.
Baca Juga : Bupati Sanusi Tunggu Juklak Juknis Soal Penerapan Sekolah Swasta Gratis di Malang
"Di peraturan pinjam pakai baru, UM punya rencana membangun gedung sembilan lantai," jelas Kepala SMAN 8 Kota Malang, Nuraeni.
Menurutnya, seluruh perkembangan atas polemik tersebut telah ia laporkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. Termasuk soal pemagaran lapangan basket yang dilakukan sekitar akhir Mei 2025.
"Itu masuk di renstra (rencana strategis) mereka (UM) tahun 2025. Sampai sekarang belum terlaksana, tapi disetujui Disdik Provinsi," imbuhnya.
Atas pemagaran tersebut, kelas yang berada di sekitar lapangan basket menjadi gelap. Sejumlah aktivitas yang biasanya dapat digelar di lapangan tersebut harus dilakukan penyesuaian.
"Paling tidak untuk kelas di sana langsung gelap, biasanya bisa lihat halaman (sekarang tertutup). Biasanya bisa digunakan untuk upacara, class meeting," tuturnya.
Baca Juga : Seleksi Sekda Malang Masih Berproses di Mendagri, Semua Pejabat Bisa Ikut
Nuraeni menjelaskan, pemagaran itu sebenarnya sudah dikomunikasikan oleh pihak UM sejak awal Januari 2024. Bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Balai Diklat pada tahun 2025.
"Mudah-mudahan itu sesuai standart, karena kiri kanan ada bangunan sekolah. Sesuai dengan analisa dampak lingkungannya, bisa apa tidak," jelasnya.
Sampai saat ini, pihaknya pun masih menunggu arahah lebih lanjut dari Disdik Provinsi Jawa Timur terkait polemik tersebut. Terutama untuk langkah yang harus diambil dalam penyesuaiaian pemanfaatan lahan berdasarkan perjanjian pinjam pakai yang baru.