free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Zhao Weiguo Terjerat Kasus Apa Hingga Akan Dihukum Mati? 

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - May - 2025, 17:44

Loading Placeholder
Zhao Weiguo, mantan Bos Besar Perusahaan Teknologi China yang akan di eksekusi mati. (Foto X @PiqSuite)

JATIMTIMES - Mantan Komisaris Utama raksasa semikonduktor China Tsinghua Unigroup, Zhao Weiguo menjadi sorotan publik setelah ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan China pada Rabu (14/5) waktu setempat.

Namanya menduduki jajaran trending di Google Search pada Sabtu (17/5/2025) pagi hingga petang. Nampaknya banyak yang penasaran dengan kasus yang menjerat mantan pemimpin perusahaan produsen teknologi dan semikonduktor milik negara Tsinghua Unigroup itu. 

Baca Juga : Pemerintah Diminta Serius Dukung Operasional Bandara Dhoho Kediri

Melansir Reuters, Zhao Weiguo dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus korupsi dan penggelapan uang. Dia dijatuhi hukuman mati.

Selain itu, Zhao juga harus menjalani masa penangguhan 2 tahun. Jika melakukan kesalahan lagi pada rentang waktu itu, maka dia akan dieksekusi. Jika tak melakukan kesalahan, maka akan dipenjara seumur hidup.

Zhao juga didenda USD 12,67 juta atau kurang lebih Rp 200 miliar karena menyebarkan keuntungan perusahaan kepada teman dan keluarga. Hukuman ini dibacakan di pengadilan Provinsi Jilin.

Tsinghua Unigroup berdiri pada tahun 1988. Awalnya perusahaan ini berada dalam naungan kampus bergengsi di China, Tsinghua University. Digadang-gadang akan menjadi andalan China dalam produksi chip canggih. Namun demikian, Zhao dilaporkan mengelola perusahaan secara sembarangan.

Tsinghua Unigroup menghabiskan miliaran dolar untuk akuisisi terkait chip, tapi juga bisnis lain seperti real estate hingga judi online. Ujungnya perusahaan gagal membayar sejumlah obligasi pada akhir tahun 2020 dan bangkrut.

Zhao diseret ke jalur hukum pada tahun 2023. Pria yang disebut-sebut memiliki kekayaan USD 2,4 miliar itu (Rp 39 triliun) dituduh melakukan korupsi oleh Central Commission for Discipline Inspection China.

"Sebagai seorang manajer perusahaan milik negara, dia dibutakan oleh keserakahan, bertindak gegabah, mengkhianati tugas dan misinya, menyalahgunakan sumber daya publik untuk keuntungan pribadi, mengubah properti publik menjadi properti pribadi, dan menganggap perusahaan milik negara yang dikelolanya sebagai wilayah pribadi," kata mereka.

Baca Juga : IGD di Singapura Penuh, Imbas Kasus Covid-19 yang Kembali Naik

Profil Zhao Weiguo

Menurut catatan Forbes, Zhao saat ini berusia akhir 50-an. Dia adalah lulusan Universitas Tsinghua yang bergengsi di Beijing.

Zhao mulai bekerja pada tahun 1993 di Tsinghua Unigroup, perusahaan yang memiliki hubungan sejarah dengan universitas tersebut.

Seiring waktu, Zhao naik jabatan secara bertahap dan menjabat sebagai pemimpin perusahaan sejak tahun 2009 hingga saat penyelidikannya berlangsung.

Dia diberitakan telah 'menghilang' dari pandangan publik pada pertengahan tahun 2022, dan didakwa melakukan korupsi pada bulan Maret 2023.

Forbes menaksir kekayaan terakhir Zhao mencapai USD 2,8 miliar. Nilai kekayaan tersebut setara dengan Rp45,9 triliun dengan asumsi kurs Rp16.428 per USD.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---