JATIMTIMES - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari kemenangan yang dirayakan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Di hari tersebut, umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri, baik secara berjamaah maupun sendiri. Salat Idul Fitri sendiri diperbolehkan dan dianggap sah, namun tetap lebih dianjurkan dilakukan secara berjamaah.
Baca Juga : Pemkab Malang Lakukan Mitigasi, Pastikan Keselamatan 558 Ribu Wisatawan Libur Lebaran
Salat Idul Fitri adalah salat sunah 2 rakaat yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada tanggal 1 Syawal. Waktu salat Idul Fitri dimulai dari terbitnya matahari sampai menjelang waktu tergelincirnya matahari. Hukum dari salat Idul Fitri adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan.
Keutamaan Salat Idul Fitri
Dikutip dari Brilio, berikut beberapa keutamaan melaksanakan salat id Idul Fitri:
1. Mengagungkan Asma Allah
Melaksanakan salat Id pasti akan mengucapkan asma Allah berkali-kali terutama kalimat takbiratul ikhram "Allahu Akbar" sebanyak tujuh kali. Satu di antara seruan takbir tersebut hendaknya membaca kalimat sebagai berikut:
"Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."
2. Salat Berjamaah
Salat Id umumnya dilaksanakan secara berjamaah. Maka itu, para pelakunya akan mendapatkan pahala salat berjamaah yang besar. Hal ini terdapat dalam firman Allah pada QS Al Baqarah ayat 43 yang menganjurkan untuk mengerjakan salat berjamaah.
"Wa aqiimus-salaata wa aatuz-zakaata warka'u ma'ar raaki'iin."
Artinya: "Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang rukuk."
Saat salat berjamaah tidak akan memandang bulu, suku, jabatan, rupa, dan hal-hal lainnya. Selagi bersujud kepada Allah dan membesarkan Allah, melaksanakan salat, maka ia adalah saudara se-Muslim yang harus dijaga.
3. Silaturahmi Sesama Muslim
Saat Idul Fitri semua umat Muslim ke luar rumah dan menyempatkan diri untuk bisa mengikuti salat Id. Inilah yang membuat salat Id memiliki dampak terhadap hubungan manusia dan manusia dalam menjalin silaturahmi.
4. Bersama Merayakan Hari Kemenangan Umat Islam
Melaksanakan salat Id juga dapat merayakan hari kemenangan secara bersama. Tentunya kebersamaan dan merasakan kebahagiaan bersama adalah hal yang mahal dan tidak tertandingi oleh apa pun.
Maka dari itu, alangkah luar biasanya jika tiap umat Muslim bisa merayakan hari kemenangan ini bersama-sama.
5. Menunjukkan Ukhuwah Islamyiah dan Kekuataan Umat Islam
Lantaran hukumnya yang sunah muakad atau fardhu kifayah, maka salat Id membuat orang-orang Islam akan terdorong untuk melaksanakannya. Pengertian ukhuwah Islamiyah, insaniyah, dan wathaniyah penting untuk dipahami dan dilakukan oleh umat Islam.
Dengan berkumpulnya umat Islam, akan berefek kepada ukhuwah Islamiah. Hal ini juga akan sekaligus menunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang besar. Hendaknya juga menjadi motivasi agar saling membantu dalam kebaikan dan memberikan dorongan agar memajukan Islam bersama.
Niat Bacaan Salat Idul Fitri
a. Bacaan Niat Salat Idul Fitri Sendirian
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta'ala."
b. Bacaan Niat Salat Idul Fitri Berjamaah (Makmum)
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak'ataini sunnatan ai'idil fitri ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."
c. Bacaan Niat Saat Idul Fitri Berjamaah (Imam)
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak'ataini sunnatan ai'idil fitri imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."
Tata Cara Salat Idul Fitri Beserta Bacaannya
Mengacu pada buku Risalah Tuntunan Salat Lengkap yang disusun Moh Rifa'i, berikut penjelasan mengenai tata cara salat Idul Fitri secara berjemaah dan munfarid.
1. Membaca niat salat Idul Fitri
Sebagai informasi, hukum melafalkan niat adalah sunnah. Sementara yang wajib adalah secara sadar dalam batin hendak menunaikan salat sunnah Idul Fitri.
2. Takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah
Di sela-sela setiap takbir itu dianjurkan untuk membaca doa iftitah:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
3. Takbir tujuh kali untuk rakaat pertama
Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, Ada Yang Dirayakan sampai 3 Hari
Takbir tujuh kali untuk rakaat pertama. Hal ini dilakukan setelah pembacaan doa iftitah selesai.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah,wallahu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
4. Membaca surat Al Fatihah, lalu membaca surat pendek
5. Rukuk dengan tuma'ninah
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ
Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih (3x)
Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."
6. I'tidal dengan tuma'ninah
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
Robbana walakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih.
Artinya: "Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah."
7. Sujud dengan tuma'ninah
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal 'alaa wa bihamdih (3x)
Artinya: "Maha suci Rabb-ku yang Maha Tinggi dan memujilah aku kepada-Nya."
8. Duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali
رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي
Robbighfirlii warhmanii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii.
Artinya: "Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku."
9. Bangkit dari sujud, lalu melakukan takbir lima kali pada rakaat kedua
Bacaan takbir pada rakaat kedua sama seperti pada rakaat pertama, yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Subhana allahi wal hamdu lillahi walaa ilaha illa allah,wallahu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
10. Mengulangi gerakan yang sama seperti pada rakaat pertama
Setelah melakukan takbir lima kali, gerakan yang dilakukan sama seperti ketika rakaat pertama, mulai dari membaca Surah Al-Fatihah hingga melakukan sujud kedua
11. Tahiyat akhir
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah. Aallaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."
12. Mengucapkan salam
Berdasarkan Manhajus Salikin oleh Syekh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, bacaan salam sebagai penutup sholat adalah:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اَللَّهِ
Assalaamu 'alaikum wa rohmatullah
Artinya: "Mengucapkan salam sembari menghadap ke arah kanan (wajib), kemudian mengucapkan sekali lagi ke arah kiri (sunnah)."
Nah itulah penjelasan lengkap mengenai panduan salat Idul Fitri beserta bacaan niatnya yang harus diketahui oleh para umat Muslim, semoga bermanfaat.